Upaya pemulihan wilayah Sumatra Utara terus digencarkan melalui berbagai kolaborasi, termasuk keterlibatan mahasiswa dalam Program Pemberdayaan Masyarakat. Selama satu bulan penuh, terhitung sejak 29 Januari hingga 28 Februari 2026, dua mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Ghifari Al-Ishafani dan Yusuf Ashari, terjun langsung ke Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, untuk ambil bagian dalam proses penguatan kapasitas masyarakat setempat.
Program ini difokuskan pada kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemulihan Pulau Sumatra, khususnya di Provinsi Sumatra Utara, melalui pendekatan pemberdayaan di berbagai sektor strategis. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi simbol kepedulian akademisi terhadap kondisi masyarakat, tetapi juga menjadi wujud implementasi keilmuan yang diperoleh di bangku perkuliahan. Di sektor kesehatan, para mahasiswa berupaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Edukasi sederhana namun aplikatif diberikan melalui pendekatan persuasif kepada warga, terutama keluarga dan anak-anak. Sementara pada sektor pertanian, mereka ikut berdiskusi dengan masyarakat mengenai penguatan potensi lokal serta pentingnya inovasi dalam mengelola hasil tani agar memiliki nilai tambah.
Kontribusi paling intens terlihat pada sektor pendidikan. Ghifari dan Yusuf secara aktif mendampingi anak-anak Desa Batu Hula dalam kegiatan belajar di sekolah. Mereka membantu proses pembelajaran sekaligus menghadirkan suasana yang lebih interaktif melalui variasi metode, termasuk permainan edukatif yang dirancang menyenangkan. Pendekatan ini dilakukan untuk meningkatkan semangat belajar serta membangun rasa percaya diri anak-anak dalam mengikuti pelajaran. Tidak hanya di sekolah formal, kegiatan pendampingan juga berlangsung pada malam hari. Setiap ba’da Magrib, keduanya turut membimbing anak-anak dalam belajar mengaji di masjid sekitar desa. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam setiap pertemuan. Anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendapatkan motivasi dan nasihat tentang pentingnya pendidikan serta akhlak yang baik.
Selain itu, mereka juga berkontribusi dalam kegiatan kajian keagamaan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Batu Hula. Keterlibatan ini mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang dialog untuk saling bertukar gagasan mengenai pembangunan desa berbasis nilai-nilai keislaman dan kebersamaan.
Selama pelaksanaan program, respons masyarakat terbilang positif. Kehadiran mahasiswa dinilai membawa semangat baru, terutama bagi generasi muda desa. Interaksi yang terbangun tidak hanya bersifat formal, melainkan juga personal dan emosional, sehingga menciptakan kedekatan yang berdampak jangka panjang.
Program Pemberdayaan Masyarakat ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam proses pemulihan dan pembangunan daerah. Melalui sinergi antara ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial, kontribusi kecil yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan dampak berarti bagi masyarakat. Desa Batu Hula menjadi saksi bahwa kolaborasi antara kampus dan masyarakat dapat menghadirkan perubahan yang nyata, sekaligus memperkuat harapan akan masa depan Sumatra Utara yang lebih baik.



