Yogyakarta – Semangat berwirausaha tidak mengenal batas disiplin ilmu. Hal inilah yang dibuktikan oleh tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), yakni Fadil Fadurahman, Faiz Fahrudin, dan Friosa Alfrianto, yang berhasil mengikuti Pameran Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa “Saudagar Dahlan Muda” #5 Tahun 2026 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, pada Rabu–Kamis, 1–2 Juli 2026.
Dalam ajang yang mempertemukan mahasiswa inovatif dari berbagai perguruan tinggi tersebut, ketiganya memperkenalkan produk unggulan berupa Nasi Kebuli AJB, sebuah usaha kuliner yang telah lebih dahulu dirintis oleh Fadil Fadurahman dan Faiz Fahrudin. Melalui berbagai varian menu yang ditawarkan, Nasi Kebuli AJB menjadi representasi semangat mahasiswa PAI UMP dalam mengembangkan bisnis kuliner yang inovatif sekaligus memiliki potensi untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
UAD FAIR “Saudagar Dahlan Muda” #5 merupakan ajang pameran inovasi kewirausahaan yang bertujuan menjadi wadah aktualisasi ide-ide bisnis mahasiswa. Kegiatan ini juga dirancang untuk meningkatkan keterampilan berwirausaha, memperluas jaringan pemasaran produk, serta membangun ekosistem kewirausahaan muda yang kolaboratif. Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga berkesempatan berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menjalin jejaring dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan.
Bagi Fadil Fadurahman, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Menurutnya, UAD FAIR memberikan pandangan baru bahwa dunia kewirausahaan terbuka bagi seluruh mahasiswa, termasuk mereka yang berasal dari Fakultas Agama Islam.
“Pengalaman yang sangat seru dan inspiratif. Meskipun saya dari Fakultas Agama Islam, saya belajar bahwa semangat kewirausahaan itu inklusif. Di sini, nilai-nilai keislaman bisa dipadukan dengan inovasi bisnis modern secara apik. Ternyata, kolaborasi lintas fakultas di UAD FAIR ini benar-benar membuka wawasan baru,” ujar Fadil.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut memberikan motivasi sekaligus pengalaman baru dalam mengembangkan usahanya.
“Sangat menarik dan asyik karena menambah pengalaman. Meskipun saya bukan dari fakultas bisnis, ternyata saya tetap bisa mengikuti UAD FAIR ini. Kegiatan ini memberikan banyak pelajaran dan semakin memotivasi saya untuk terus mengembangkan usaha yang sedang kami jalankan,” tambahnya.
Keikutsertaan ketiga mahasiswa tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam UMP. Beliau mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas kesempatan yang diraih mahasiswa PAI untuk tampil dalam ajang kewirausahaan tingkat nasional tersebut.
“Saya merasa sangat bangga dan bersyukur karena tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto mendapat kesempatan untuk mengikuti UAD FAIR Kompetisi dan Pameran Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa ‘Saudagar Dahlan Muda’ #5 Tahun 2026. Ini merupakan sebuah pencapaian yang patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa mahasiswa PAI mampu berkompetisi dan menampilkan potensi terbaiknya, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam inovasi dan kewirausahaan,” ungkapnya.
Beliau berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa untuk terus belajar, memperluas jejaring, serta meningkatkan kualitas usaha yang mereka rintis.
“Saya berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, menambah pengalaman, memperluas jejaring, serta memberikan penampilan terbaik sehingga mampu mengharumkan nama Program Studi PAI dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Semoga prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani mengambil peluang dalam berbagai kompetisi,” tuturnya.
Partisipasi Fadil Fadurahman, Faiz Fahrudin, dan Friosa Alfrianto melalui Nasi Kebuli AJB menjadi bukti bahwa mahasiswa PAI tidak hanya memiliki kompetensi di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi di dunia kewirausahaan. Kehadiran mereka di UAD FAIR 2026 sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi, kreativitas, dan keberanian mengambil peluang merupakan bekal penting dalam mencetak generasi muda yang adaptif, mandiri, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

