Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melakukan kegiatan benchmarking ke International Islamic University Malaysia (IIUM) pada 22–25 April 2024. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya FAI UMP dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menyempurnakan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di seluruh program studinya.
Rombongan FAI UMP dipimpin langsung oleh Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag., selaku Dekan, didampingi oleh Istianah, Lc., M.Hum. (Wakil Dekan II), Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag. (Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam), Dr. A. Sulaeman, M.S.I. (Kaprodi Pendidikan Agama Islam S-1), dan Safitri Mukarromah, S.Ag., M.Sy. (Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah). Kunjungan ini disambut baik oleh pihak IIUM sebagai mitra internasional yang telah menjalin kerja sama akademik dengan UMP dalam berbagai bidang.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi FAI UMP melakukan serangkaian pertemuan akademik di dua fakultas utama IIUM, yakni Kulliyyah of Education (KOED) dan Ahmad Ibrahim Kulliyyah of Laws (AIKOL). Untuk program studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI S-1), benchmarking dilakukan di KOED, yang dikenal sebagai pusat unggulan pendidikan Islam internasional. Sementara itu, program studi Hukum Ekonomi Syariah (HES S-1) melakukan benchmarking di AIKOL, fakultas hukum bergengsi di IIUM yang telah melahirkan banyak pakar hukum Islam dan syariah di tingkat global.
Dekan FAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen UMP dalam memperkuat jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. “FAI UMP ingin terus belajar dari universitas yang memiliki reputasi global seperti IIUM. Melalui benchmarking ini, kami berharap dapat memperkaya pengalaman akademik, memperkuat kapasitas dosen, serta menyesuaikan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan global dan berbasis Outcome Based Education” ujarnya.
Lebih lanjut, Safitri Mukarromah, S.Ag., M.Sy Kaprodi HES UMP, menjelaskan bahwa hasil benchmarking di AIKOL akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kurikulum Hukum Ekonomi Syariah di UMP. “Kami banyak belajar tentang bagaimana IIUM mengintegrasikan hukum Islam dalam konteks ekonomi modern dan tantangan global. Pengalaman ini akan kami adaptasi untuk memperkuat kompetensi lulusan HES agar siap bersaing di dunia profesional,” katanya.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M,Ag, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meninjau kembali kurikulum MPAI dan PAI S-1 agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan dan kebutuhan masyarakat. “Pendekatan OBE memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks riil. Hal ini sejalan dengan visi UMP untuk menghasilkan lulusan berintegritas, profesional, dan berwawasan internasional,” ujarnya.
Kunjungan benchmarking ke IIUM Malaysia ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua universitas serta menghasilkan inovasi akademik yang berkelanjutan. Melalui kerja sama internasional semacam ini, FAI UMP terus berupaya menjadi fakultas yang unggul dan berdaya saing di tingkat global, sekaligus berperan aktif dalam pengembangan keilmuan Islam yang relevan dengan tantangan zaman. (cm)





