Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali Meraih Prestasi membanggakan, melalui mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Agama Islam UMP. Mirna Hasanah berhasil meraih predikat sebagai penulis naskah terbaik dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-73 Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Tahun 2026.
Berdasarkan Surat Keputusan Panitia HUT ke-73 IKAHI Nomor 093/Pan.HUT/IV/2026 yang ditetapkan pada 17 April 2026, Mirna Hasanah masuk dalam jajaran penulis naskah terbaik kategori umum bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Saat diwawancarai, Mirna Hasanah menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang menuntut konsistensi dan ketelitian dalam riset ilmiah.
“Prosesnya cukup panjang, saya mulai dari membaca regulasi baru, kemudian mencari jurnal-jurnal ilmiah yang relevan untuk membangun argumentasi. Yang paling menantang justru memastikan setiap klaim memiliki dasar sumber yang kredibel,” ujarnya, Kamis (30/4).
Mirna mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari kedalaman analisis yang ia bangun sejak awal. Ia menaruh perhatian besar pada kualitas substansi, yaitu dengan memastikan bahwa tulisannya berbasis pada penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Karya ilmiah yang diangkat Mirna berjudul “Praperadilan Pasca KUHAP 2025: Menuju Pengawasan Yudisial yang Efektif dan Berkeadilan”. Dalam karyanya, ia menganalisis implementasi KUHAP terbaru yang mulai berlaku efektif pada Januari 2026, khususnya dalam memperkuat fungsi pengawasan yudisial dalam sistem peradilan di Indonesia.
“Kesimpulannya, ada kemajuan yang signifikan, tetapi juga masih ada kelemahan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tantangan utama dalam penulisan karya tersebut, yakni keterbatasan literatur terkait KUHAP terbaru yang baru diberlakukan.
“Saya harus menggali langsung dari sumber primer, seperti undang-undang dan putusan Mahkamah Konstitusi, karena kajian akademiknya masih sangat terbatas,” tambahnya.
.
Pencapaian ini, menurut Mirna, menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus dorongan untuk terus berkontribusi melalui karya ilmiah. Ia berharap tulisannya dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terakreditasi serta menjadi rujukan dalam pengembangan kajian hukum di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Program Studi HES FAI UMP, Safitri Mukarromah, S.Ag., M.Sy., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian yang diraih oleh Mirna Hasanah. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Program Studi HES dan Fakultas Agama Islam secara keseluruhan,” tuturnya.
Secara tidak langsung, Safitri menilai bahwa keberhasilan Mirna merupakan hasil dari kombinasi kerja keras mahasiswa dan dukungan program studi. Ia menyebut Mirna sebagai mahasiswa yang memiliki kedisiplinan dalam belajar, kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta semangat untuk terus berkembang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program studi secara konsisten memberikan pendampingan melalui dosen pembimbing, pelatihan penulisan karya ilmiah, klinik manuskrip, serta fasilitasi mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi baik tingkat nasional maupun internasional.
“Kompetisi ilmiah seperti ini sangat penting sebagai wadah mengasah kemampuan akademik, berpikir kritis, dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa,” tambahnya.
Safitri juga berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Ia pun berharap Mirna dapat terus menjaga konsistensi dalam berkarya serta berkontribusi lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang hukum.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa HES FAI UMP mampu bersaing di tingkat nasional dan menghadirkan karya ilmiah yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi perkembangan sistem peradilan di Indonesia. (Rfm/Chy)

