Minggu, 10 Mei 2026, Divisi Pemberdayaan Kebudayaan dan Olahraga (PKO) HMPS PAI UMP berkolaborasi dengan Bidang Seni Budaya dan Olahraga IMM Buya HAMKA UMP menggelar kegiatan Karya Wisata Budaya melalui kunjungan ke Museum Wayang Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh delegasi pengurus HMPS PAI serta delegasi dari Pimpinan IMM Buya HAMKA sebagai upaya mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Banyumas, khususnya perkembangan seni pewayangan di wilayah tersebut.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan doa bersama dan briefing peserta sebelum keberangkatan menuju museum. Suasana hangat dan antusias tampak menyelimuti para peserta yang telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan budaya tersebut. Sesampainya di lokasi, rombongan disambut dengan ramah oleh pemandu kunjungan, Bapak Trijono Indra Winaryo atau yang akrab disapa Pak Indra.
Sebelum memasuki area museum, seluruh peserta diarahkan berkumpul di pelataran depan museum untuk mendengarkan pemaparan mengenai sejarah Banyumas. Dalam penjelasannya, Pak Indra mengulas asal-usul nama Banyumas hingga perjalanan sejarah wilayah tersebut yang mengalami berbagai pemekaran administratif dari masa ke masa. Penjelasan yang disampaikan secara komunikatif membuat peserta terlihat aktif menyimak sekaligus berdiskusi selama kegiatan berlangsung.
Tidak hanya membahas sejarah daerah, Pak Indra juga menjelaskan latar belakang berdirinya Museum Wayang Banyumas beserta tujuan didirikannya museum tersebut sebagai sarana pelestarian budaya dan edukasi masyarakat. Menurutnya, museum tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, melainkan juga ruang pembelajaran agar generasi muda tetap mengenal identitas budayanya sendiri.
Setelah sesi pengenalan selesai, peserta dipandu memasuki museum untuk melihat secara langsung berbagai koleksi wayang yang tersimpan di dalamnya. Beragam jenis wayang dari berbagai daerah dipamerkan dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing. Dalam kesempatan itu, Pak Indra menjelaskan asal-usul wayang, karakteristik bentuknya, hingga filosofi yang terkandung dalam seni pewayangan Banyumas. Selain koleksi wayang, peserta juga diperlihatkan sejumlah alat yang biasa digunakan dalam pertunjukan pewayangan tradisional.
Kurang lebih selama 45 menit, peserta diajak menyusuri bagian dalam museum sambil mendengarkan penjelasan sejarah di setiap sudut ruangan. Setelah itu, rombongan diarahkan menuju bangunan lain yang berada di sebelah museum utama. Bangunan tersebut menyimpan berbagai peninggalan arkeologis dan benda-benda bersejarah, seperti koin kuno, keris, serta artefak peninggalan masa lampau lainnya. Koleksi tersebut menjadi bukti perjalanan panjang sejarah dan kebudayaan masyarakat Banyumas dari masa ke masa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berjalan menuju bagian belakang kawasan wisata untuk melihat Sumur Mas. Di lokasi tersebut, peserta kembali mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan fungsi tempat-tempat yang dahulu memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Penjelasan tersebut menambah wawasan peserta mengenai nilai sejarah yang masih terjaga hingga saat ini.
Di akhir kunjungan, Pak Indra menyampaikan pesan kepada seluruh peserta bahwa “budaya adalah salah satu citra dan jati diri bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.” Pesan tersebut menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan Karya Wisata Budaya ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk terus mencintai, menjaga, serta melestarikan warisan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.


