Purwokerto, 8 Maret 2024 – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan International Summer Course. Kegiatan bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Hukum (FH) UMP dengan University Science Islam Malaysia (USIM), mengangkat tema menarik “Human Rights: In Perspective of International Law and Islamic Law.”
Acara ini dirancang sebagai wadah pertukaran ilmu, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan antarnegara, sekaligus memperkuat peran UMP dalam diplomasi pendidikan di tingkat global.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Saefurrohman, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan internasional seperti ini sebagai langkah strategis membangun sinergi lintas kampus dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. “Melalui summer course ini, kita tidak hanya mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara, tetapi juga membuka ruang dialog akademik yang memperkaya cara pandang terhadap isu-isu global, khususnya tentang hak asasi manusia dalam konteks hukum Islam dan internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas budaya dan akademik menjadi kunci dalam menghadapi tantangan era globalisasi. “Saya berharap mahasiswa yang terlibat dapat berkolaborasi dengan baik, saling belajar, dan membangun jejaring internasional yang bermanfaat untuk masa depan,” imbuhnya.
Dekan Fakultas Agama Islam UMP, Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag., turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menjelaskan, mahasiswa dari tiga program studi FAI ikut aktif berpartisipasi, yaitu Hukum Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam (S-1), dan Magister Pendidikan Agama Islam. Keterlibatan lintas jenjang ini, menurutnya, memperkaya pengalaman akademik sekaligus menumbuhkan semangat internasionalisasi di kalangan mahasiswa.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dinamis dan inspiratif. Pada hari pertama, para peserta mengikuti rangkaian sesi ilmiah yang menghadirkan sejumlah pembicara ahli dari UMP dan USIM. Mereka membedah isu-isu kontemporer terkait hak asasi manusia, keadilan sosial, serta bagaimana hukum Islam dan hukum internasional dapat saling melengkapi dalam menjunjung nilai kemanusiaan universal. Sesi ilmiah tersebut diakhiri dengan kegiatan cultural sharing berupa permainan tradisional khas Malaysia yang menambah keakraban antar peserta.
Memasuki hari kedua, suasana semakin hangat dengan kegiatan field trip ke berbagai destinasi wisata di sekitar Banyumas. Para mahasiswa internasional diajak mengenal lebih dekat keindahan alam, tradisi, dan keramahan masyarakat lokal. Sementara itu, pada hari ketiga, peserta berkunjung ke sejumlah home industry lokal, seperti pengrajin nopia, getuk goreng, dan jenang. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh pengalaman nyata tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal yang juga mencerminkan nilai-nilai Islam dalam bekerja dan berwirausaha.
Salah satu peserta dari USIM, Masyitah, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya dapat mengikuti program ini. “Kami merasa terhormat bisa berada di UMP selama program ini berlangsung. Kami berterima kasih atas sambutan hangat dan dukungan penuh dari UMP untuk kami, 15 mahasiswa dari USIM,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga menumbuhkan persahabatan lintas negara. “Kami belajar banyak, tidak hanya tentang hukum dan hak asasi manusia, tetapi juga tentang pentingnya kolaborasi dan memahami keberagaman budaya,” tambahnya dengan penuh antusias.
Dengan terselenggaranya International Summer Course ini, UMP kembali membuktikan posisinya sebagai universitas berwawasan global yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga membangun jembatan persahabatan antar bangsa melalui pendidikan, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan. (cm)

