Purwokerto – Semangat membangun tradisi literasi kembali ditunjukkan oleh Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buya Hamka melalui peluncuran buku berjudul Nyala Obor Kader: Sehimpun Tulisan Mindset Berkemajuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (19/7/2026) di Ruang I.II.2 Gedung Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan menjadi bagian dari rangkaian Pembukaan Musyawarah Komisariat PK IMM Buya Hamka.
Launching buku berlangsung dengan penuh antusiasme dan disaksikan langsung oleh Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam UMP, Isti’anah, Lc., M.Hum., bersama jajaran pengurus, kader IMM, serta tamu undangan yang hadir. Momentum ini menjadi bukti bahwa gerakan kader tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas organisasi, tetapi juga melalui karya intelektual yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Buku Nyala Obor Kader: Sehimpun Tulisan Mindset Berkemajuan merupakan hasil kolaborasi sepuluh penulis muda dari PK IMM Buya Hamka, yaitu Faiz Fahrudin, Safina Yasmin, Lailina Nur, Hasyifa Ratna, Hawalia Khanza, Najwa Khilda, Rahma Maulida, Nurul Permatasari, Abdur Rosyad, dan Fadhil Abdullah. Kehadiran buku ini bertujuan untuk memperkenalkan karya intelektual kader, memperkuat budaya literasi dan tradisi menulis, serta menumbuhkan mindset berkemajuan sebagai bekal kader IMM dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan persyarikatan.
Dalam sambutannya, Ketua PK IMM Buya Hamka, Haidar Abdussalam, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas keberhasilan komisariat meluncurkan buku tersebut. Menurutnya, terbitnya buku ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim, khususnya Bidang Riset, Pengembangan Keilmuan (RPK), yang telah mencurahkan waktu dan tenaga sejak proses penyusunan hingga akhirnya dapat diterbitkan.
“Saya sangat berbahagia karena PK IMM Buya Hamka dapat me-launching buku pada hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bidang RPK, khususnya Mas Faiz dan seluruh tim yang telah bersusah payah menyusun buku ini hingga akhirnya dapat diluncurkan pada hari ini,” ujar Haidar.
Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam UMP, Isti’anah, Lc., M.Hum., memberikan apresiasi yang tinggi atas lahirnya karya tersebut. Ia menyampaikan rasa bangganya kepada PK IMM Buya Hamka yang mampu menghadirkan sebuah buku sebagai wujud nyata komitmen kader dalam membangun tradisi literasi dan budaya intelektual di lingkungan organisasi.
“Saya sangat merasa bangga terhadap PK IMM Buya Hamka yang me-launching buku berjudul Nyala Obor Kader: Sehimpun Tulisan Mindset Berkemajuan. Buku ini merupakan wujud nyata komitmen kader IMM dalam membangun tradisi literasi dan mengembangkan budaya intelektual. Buku ini tidak hanya menjadi kumpulan tulisan, tetapi juga mencerminkan semangat berpikir kritis, berkemajuan, dan berkontribusi melalui gagasan yang bermanfaat bagi umat, persyarikatan, dan bangsa. Saya berharap karya ini dapat menginspirasi kader IMM untuk terus membaca, menulis, dan melahirkan inovasi pemikiran sehingga tradisi literasi di lingkungan organisasi semakin berkembang serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Peluncuran buku ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan PK IMM Buya Hamka untuk terus menghidupkan budaya membaca dan menulis di kalangan kader. Melalui kumpulan tulisan yang disajikan, buku tersebut diharapkan mampu menjadi ruang berbagi gagasan sekaligus media refleksi bagi kader IMM dalam menjawab berbagai tantangan zaman dengan pemikiran yang kritis, inovatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Lebih dari sekadar seremoni peluncuran, kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi merupakan salah satu pilar utama dalam proses kaderisasi IMM. Dengan lahirnya Nyala Obor Kader: Sehimpun Tulisan Mindset Berkemajuan, PK IMM Buya Hamka berharap semakin banyak kader yang terdorong untuk menghasilkan karya ilmiah maupun tulisan inspiratif yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi, dunia akademik, serta masyarakat luas. Buku ini sekaligus menjadi simbol bahwa semangat intelektualitas dan budaya menulis akan terus menyala sebagai “obor” yang menerangi perjalanan kader IMM menuju gerakan yang semakin berkemajuan. (MT)

