Purwokerto – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi berbasis kolaborasi, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Purbalingga melakukan kegiatan benchmarking dan sharing dengan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada hari Jum’at (17/4/2-25). Acara ini dihadiri oleh Rektor ITBM Purbalingga, Dr. A.P. Rudiyanto, S.Pd., M.Si., beserta Wakil Rektor 1 ITBM, serta Dr. Riris Aishah Prasetyowati, S.E., M.M., selaku asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) sekaligus dosen UIN Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi Muhammadiyah dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dr. A.P. Rudiyanto, S.Pd., M.Si menyampaikan pentingnya kolaborasi antara ITBM Purbalingga dan FAI UMP sebagai sesama amal usaha Muhammadiyah.
“Kerja sama dan kolaborasi sangat dibutuhkan oleh kami sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah yang letaknya tidak jauh dari UMP. Kami ingin saling belajar dan mengembangkan kampus bersama agar sama-sama maju,” ujar Dr. A.P. Rudiyanto, S.Pd., M.Si.
Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag., Dekan FAI UMP, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak dapat dicapai sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi lain.
“Prinsipnya, kami juga sedang terus belajar dan membenahi diri. Saat ini, dua program studi di FAI UMP sedang mempersiapkan diri untuk mempertahankan akreditasi unggul. Kehadiran kegiatan benchmarking dan sharing ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan kedua kampus,” jelas Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag.
Sementara Dr. Riris Aishah Prasetyowati, S.E., M.M., selaku asesor LAMEMBA, memberikan masukan berharga mengenai pemanfaatan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) untuk memperkuat masing-masing program studi di ITBM Purbalingga dan FAI UMP.
“Saya menyarankan agar ITBM dan FAI UMP dapat memaksimalkan program MBKM untuk saling mendukung pengembangan prodi sesuai fokus dan aktivitas masing-masing. Kolaborasi dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat akan membawa kemajuan bagi kedua institusi,” ungkap Dr. Riris Aishah Prasetyowati, S.E., M.M.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama antara ITBM Purbalingga dan FAI UMP akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui berbagai program pengabdian. Sehingga dalam kegiatan benchmarking ini menjadi ajang berbagi praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Beberapa topik yang dibahas meliputi: pertama, strategi penguatan akreditasi yaitu pertukaran pengalaman dalam mempersiapkan dan mempertahankan akreditasi unggul. Kedua, implementasi MBKM yaitu diskusi mengenai peluang dan tantangan dalam menjalankan program MBKM. Ketiga, penguatan kelembagaan yaitu pembahasan mengenai tata kelola kampus, pengembangan kurikulum, dan peningkatan kualitas dosen.
Kegiatan benchmarking dan sharing antara ITBM Purbalingga dan FAI UMP menjadi langkah strategis dalam memperkuat jaringan pendidikan tinggi Muhammadiyah. Dengan semangat kolaborasi, kedua institusi siap menghadapi tantangan di era pendidikan yang terus berkembang, sekaligus memperkuat kontribusi mereka bagi masyarakat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi ini diharapkan tidak hanya membawa kemajuan bagi kedua kampus, tetapi juga menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (cm)

