PURWOKERTO – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan kajian keislaman yang diselenggarakan di Lapas Kelas IIA Purwokerto, Senin (27/7/2026). Mengusung tema “Cara Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan”, kegiatan ini menghadirkan Dekan FAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag., sebagai narasumber dengan peserta seluruh warga binaan pemasyarakatan.
Kajian tersebut menjadi salah satu upaya memberikan pembinaan spiritual kepada warga binaan agar memiliki bekal keagamaan yang kuat selama menjalani masa pembinaan. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan penuh motivasi, peserta diajak untuk memahami bahwa keimanan dan ketakwaan merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik, sekaligus menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bermanfaat.
Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag. menegaskan bahwa keimanan dan ketakwaan bukanlah sesuatu yang bersifat statis, melainkan harus terus dipelihara dan ditingkatkan sepanjang kehidupan. Menurutnya, setiap manusia akan mengalami dinamika keimanan yang terkadang meningkat dan terkadang menurun. Oleh sebab itu, diperlukan usaha yang terus-menerus agar kualitas keimanan tetap terjaga.
“Keimanan dan ketakwaan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, melainkan harus terus dijaga dan ditingkatkan karena kadar keimanan seseorang dapat mengalami naik dan turun. Oleh karena itu, ada beberapa amalan yang perlu diistiqamahkan, yaitu menjaga salat lima waktu serta salat sunnah secara berjamaah, membiasakan membaca Al-Qur’an hingga mampu menghafalkannya, serta memperbanyak zikir dan doa sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menjaga keimanan merupakan proses yang berkelanjutan. Seseorang tidak cukup hanya memiliki keyakinan, tetapi juga harus membuktikannya melalui amal ibadah yang dilakukan secara konsisten. Istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT menjadi kunci agar hati tetap kokoh dan senantiasa berada di jalan yang benar.
Dalam kajian tersebut, Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag. memaparkan tiga amalan utama yang dapat menjadi ikhtiar dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Pertama, menjaga salat lima waktu serta membiasakan melaksanakan salat sunnah secara berjamaah. Menurutnya, salat merupakan tiang agama yang mampu membentuk kedisiplinan, ketenangan jiwa, sekaligus mempererat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.
Kedua, membiasakan membaca Al-Qur’an secara istiqamah hingga mampu menghafalkannya. Ia menekankan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup yang akan memberikan ketenangan hati sekaligus menjadi sumber ilmu dan pedoman dalam menjalani kehidupan. Dengan membiasakan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an, seseorang akan semakin dekat dengan nilai-nilai Islam yang membawa kebaikan.
Ketiga, memperbanyak zikir dan doa sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Zikir dan doa, menurutnya, merupakan amalan sederhana yang memiliki keutamaan besar dalam menenangkan hati, memperkuat keimanan, serta memohon pertolongan Allah SWT dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Kebiasaan tersebut juga menjadi sarana untuk senantiasa mengingat Allah di setiap keadaan.
Kegiatan kajian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan warga binaan mengenai pentingnya keimanan dan ketakwaan sebagai landasan dalam memperbaiki diri. Selain memperkuat kualitas ibadah, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk akhlak yang lebih baik, menumbuhkan kesadaran untuk bertaubat, serta membangkitkan motivasi peserta agar menjalani kehidupan yang lebih positif dan produktif, baik selama menjalani masa pembinaan di Lapas Kelas IIA Purwokerto maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Agama Islam UMP berharap nilai-nilai keislaman yang disampaikan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keimanan yang terus dipelihara, warga binaan diharapkan memiliki semangat baru untuk memperbaiki diri, membangun karakter yang lebih mulia, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik sebagai pribadi yang berakhlak dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

