11 December 2018 Berita

HES UMP Sampaikan Pembangunan Ekonomi Nasional dengan Hukum Ekonomi Syariah

Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengadakan Seminar Nasional dengan tema Peran Hukum Ekonomi Syariah Dalam Pembangunan Ekonomi NasionalKegiatan yang diikuti sebanyak131 mahasiswa, dengan pembicara Prof. Dr. Abdul Manan, Prof. Dr. Muhammad, dan Mintaraga Eman Surya, Lc,.M.A.

Bertempat di Aula Ak Anshori pada 12 Mei 2018, dalam kesempatan tersebutRektor UMPDr.H Syamsuhadi Irsyad, M.H mengatakan bahwa Hukum Ekonomi Syariah sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut, mengingat Hukum Ekonomi Syariah tepat diaplikasikan di Indonesia yang merupakan negara hukum dan mayoritas masyarakat menganut agama Islam.

“Harapannya para pemateri bisa menyampaikan sesuatu yang perlu disampaikan kepada para peserta dan juga bisa berdiskusi agar nantinya peserta mengerti tentang Hukum Ekonomi Syariah dan bisa mengamalkannya di lingkungan masyarakat,”ungkap Rektor.

Sejalan dengan Rektor, Kaprodi Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Drs. Wage, M.Ag mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya seminar nasional iniuntuk untuk menambah wawasan kepada peserta seminar yaitu mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah sendiri, selain itu untuk menyampaikan tentang hukum ekonomi yang belum diketahui oleh pembicara yang paham dan mengerti akan hal tersebut.

Dalam presentasinya Prof Abdul Manan mengatakan beberapa faktor pendukung pembangunan ekonomi di Indonesia. Manan banyak menyampaikan faktor pembangunan ekonomi di Indonesia diantaranya, faktor politik, faktor demografis, dan faktor hukum.

“Banyak sekali lembaga insitut keuangan syariah di Indonesia sejalan dengan pesatnya jumlah umat muslim di Indonesia. Maka dari itu diperlukan perangkat hukum yang kuat (hukum ekonomi syariah)”, uangkapnya.(ar/sls).

05 February 2018 Berita

Keren! KETUA PDM DAN PDA BANYUMAS RAIH DOKTOR SERENTAK

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Banyumas Ibnu Hasan dan Zakiyah resmi meraih gelar Doktor dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (3/2/2018).

Ketua PDM dan PDA Kabupaten Banyumas yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ini meraih predikat cumlaude dan resmi menjadi Doktor ke-14 dan 15 yang telah diluluskan oleh UMM. Acara ini juga dihadiri oleh Rektor UMP, pengurus PDM, PDA Banyumas dan segenap jajarannya.

Dalam disertasinya, Ibnu Hasan memilih judul “Paham Keagamaan Pimpinan Pesantren dan Implikasinya terhadap Pengembangan Pemikiran Pendidikan (Studi Fenomenologi pada Pesantren Salafi di Kabupaten Banyumas). Sementara Zakiyah memilih judul “Pembelajaran Nilai-nilai Moral dengan Pendekatan Spiritual di TK Aisyiyah 1 dan TK Universitas Muhammadiyah Purwokerto”.

Menurut Ibnu tema tersebut, akhir-akhir ini menjadi tema yang menarik, meskipun studi tentang salafi itu bagitu banyak. Tetapi yang menekuni studi salafi dari sisi pengembangan pendidikan ditinjau dari berbagai teori pendidikan, dewasa ini belum banyak dilakukan. Ia berharap temuan temuan penelitiannya berguna bagi pengembangan dan pemikiran pendidikan Islam dewasa ini.

“Saya berharap, teman-teman yang punya konsentrasi dibidang pendidikan Islam bisa melanjutkan setudi jenjang S2 maupun S3, dan Insya Allah nanti di Universitas Muhammadiyah Purwokerto pun juga akan buka magister Pendidikan Agama Islam. Insya Allah,” katanya.

Menurutnya kuliah di UMM adalah tantangan. “Bagi saya kuliah di UMM adalah tantangan, tantangan untuk cepat selesai. Dan Alhamdulillah memang persis masa studi saya tiga tahun selesai, dan hari ini saya persis ada di semester ke enam terakhir,” pungkasnya.

Sementara itu Zakiyah ketua PDA Banyumas mengatakan yang melatarbelakangi begitu semangat untuk belajar adalah keluarga. “Yang pertama mudah-mudahan ini menjadi semangat terutama keluarga saya, anak-anak saya dan juga untuk teman-teman yang lain. Ternyata orang yang setua saya ini (52 Th) masih bisa belajar,” ungkapnya.


Ia menjelaskan ketika kita ada semangat, ada sepiritualitas, pasti ada jalan. “Kalau kita mau jujur, tiga tahun kurang tiga bulan itu saya penuh perjuangan. Ketika kita harus berangkat ke Malang, kalau lagi punya duit saya pake kereta yang mahal. Kalau tidak ya saya cukup pake kereta ekonomi, dan Alhamdulillah saya dikasih kesehatan olah Allah, dikasih kemampuan oleh Allah sampai akhirnya sekarang bisa menyelesaikannya,” kata Zakiyah yang sudah mengabdi selama 26 tahun di UMP.

Terkait tema dengan anak usia dini, Zakiyah mengungkapkan anak usia dini menjadi awal pendidikan. “Insya allah ketika anak itu sukses di pendidikan usia dininya, semakin dia dewasa dia akan semakin semangat untuk belajar, belajar dan belajar,” tandasnya.

“Dan Alhamdulilah berkat do’a anak-anaknya bu Zakiyah semuanya itu saya bisa bereng sama pak Ibnu Ketua PDMnya karena kita belajar bareng-bareng kesini (Malang) dan Alhamdulillah Pak Ibnu bisa selesai dan saya sebagai Ketua PDA bisa mengikuti jejaknya. Mudah-mudahan nanti ilmunya juga bermanfaat,” pungkasnya.

Rektor UMP Dr. H Syamsuhadi M.H, memberikan apresiasi terhadap dua tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang secara bersamaan melakukan ujian promosi doktor di UMM. “Universitas Muhammadiyah Malang, hari ini mempromosikan dua orang yang bagi kami adalah tokoh. Satu Pak Ibnu Hasan yang kebetulan selain Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto juga Ketua PDM Banyumas yang sudah lama menjadi dosen di UMP. Yang kedua, bu Zakiyah, juga dosen Fakultas Agama Islam UMP, beliau juga ketua PDA Banyumas. Sehingga kedua-duanya adalah tokoh, baik itu Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah,” pungkasnya. (tgr)

02 January 2018 Artikel

Manfaat Diam

Oleh : Fajar Sidig Al Hafidz

Staff PPAIK LPPI & Imam Masjid KH. Ahmad Dahlan UMP

Menahan lisan untuk berkata atau mengeluarkan statement yang tidak bermanfaat, menyakiti orang lain atau hal – hal yang mengandung unsur dosa adalah bentuk kedewasaan seseorang dan ini merupakan kesempurnaan islamnya seseorang.

Pada suatu hari Rasulullah SAW ditanya tentang apa itu Islam ?, Rasul menjawab Islam itu Adalah kamu menyerahkan hatimu kepada Allah ‘Azza Wajalla dan orang muslim selamat dari lidah dan tanganmu (HR. Ahmad 16413) Dari hadits tersebut ada 3 anggota organ dalam tubuh kita yang harus dijaga dan erat kaitanya dengan keislaman seseorang; yaitu menjaga hati, lidah dan tangan, Rasul juga pernah bersabda “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah dia berkata yang baik atau kalau tidak mampu lebih baik diam (HR. Bukhori 5670)

Diam yang bijaksana menurut konteks kekinian adalah upaya menjaga lisan, tangan dan pemikiran dalam berkomentar, dalam membuat status di medsos dan dalam tulisan-tulisan yang dipublikasikan ke masyarakat.

Banyak orang yang ingin popular dengan cara membuat statement atau komentar-komentar yang bombastic dan kontroversial, bahkan ada yang komentarnya itu menyalahi syari’at agama atau norma –norma yang sudah berlaku, orang yang tidak menjaga lisan dalam berbicara dan dalam bermedsos pasti akan banyak menyinggung dan menyakiti orang lain dan semua itu akhirnya akan kembali merugikan dirinya sendiri.

Memang kita dituntut untuk senantiasa ber amar ma’ruf nahi munkar kapan dan dimanapun kita berada diantaranya dengan menggunakan lisan / tulisan-tulisan, akan tetapi haruslah dengan memegang prinsip “bilhikmah wal wau’idhotul hasanah” (cara yang hikmah /bijak dan pengajaran yang baik).

Pesan Nabi saw kepada Sayidina Ali ra : Wahai Ali : Pangkal ibadah adalah diam, kecuali dzikir kepada Allah. (Kitab Washiyatul Mushthafa lil Imam Ali, halaman 14) Seorang cendikiawan mengatakan, bahwa diam itu mengandung 7.000 kebaikan dan semuanya itu dirangkum dalam 7 kalimat, yang masing-masing kalimat mengandung 1000 kebaikan. Ketujuh kalimat itu adalah : Diam itu merupakan ibadah tanpa susah payah, Diam itu merupakan perhiasan tanpa emas permata, Diam itu merupakan kewibawaan tanpa kekuasaan, Diam itu merupakan benteng tanpa pagar, Diam itu merupakan kekayaan tanpa merendahkan orang lain, Diam itu merupakan istirahat bagi malaikat pencatat amal, Diam itu merupakan penutup aib. Ada yang mengatakan, bahwa diam itu merupakan hiasan bagi orang yang pandai dan sebagai tirai bagi orang yang bodoh.

Mari kita bersama-sama renungkan pesan nabi Isa bin Maryam , “Setiap perkataan yang bukan dzikir kepada Allah ta'ala itu tidak ada gunanya. Setiap diam yang bukan untuk berfikir adalah kelalaian. Setiap pandangan yang bukan untuk mengambil pelajaran adalah sia-sia. Maka, beruntunglah orang yang perkataannya adalah dzikir, diamnya adalah berfikir, dan pandangannya untuk mengambil pelajaran” (Kitab Lubabul Adab, Usamah bin Munqidz, Juz I, halaman 79).

Oleh karena itu mari kita lebih bijak lagi dalam berbicara, mengeluarkan statement ataupun dalam bermedsos, terlebih lagi bagi seseorang yang sudah menjadi public figure masyarakat karena Isalm benar-benar memperhatikan hal tersebut, dan tentu saja nanti semuanya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Mudah-mudahan Allah ampuni dosa-dosa kita terlebih lagi dosa lisan kita.

27 December 2017 Pengumuman

Jadwal Kuliah

Loading...

Search

Calendar

« September 2022 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    

Comments