This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • GooglePlus
  • Linkedin
 
BERITA
BERITA

BERITA (99)

Tuesday, 10 October 2017 14:22

Solusi Kemajuan Peradaban Islam

Written by

Peradaban Islam dalam catatan sejarah pernah mencapai titik kejayaan. Pun dengan kemuduruannya hingga saat ini peradaban Islam tergeserkan dengan peradaban yang bersifat pragmatis. Melihat hal tersebut, bertempat di Aula Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada 09/10/2017 diselenggarakan sarasehan ilmiah yang bertema “Membangun Konstruksi Peradaban Islam di Masa Depan”. Turut hadir Badan Pembina Harian (BPH) UMP, Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad M.H., dan Mantan Penasehat KPK RI Drs. Suwarsono Muhammad M.A.,

Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan UMP mengikuti sarasehan ilmiah bersama Drs. Suwarsono Muhammad M.A., dengan atusiasme akademik yang tinggi. Momentum sarasehan ilmiah sebagai salah satu kegiatan untuk memperkaya wawasan akademik. “Civitas academik memiliki pandangan yang maju untuk perkembangan peradaban Islam. Kontribusi civitas akademik salah satunya melalui kegiatan sarahsehan ilmiah seperti ini” tambah Rektor UMP.

Hadirnya Drs Suwarsono Muhammad M.A., untuk mendorong civitas akademik dalam menyampaikan gagasannya untuk membangun kembali kemajuan peradaban Islam. Dengan cara menrepakan paradigma paradigma kapitalisme religius pada level individu, instansi, negara, hingga dunia. Serta menempuh upaya-upaya untuk maju dengan jalur damai. (sls)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengadakan The 4th AECON Asia Pasific Education Conferenceselama dua hari Ahad-Senin (8-9/10/2017) di Aula AK Anshori. Konferensi inidilakukan untuk mengeratkan Kerjasama Pendidikan di Asia-Pasifik.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.H sekaligus menyambut pembicara internasioal yaitu Prof. Dr. Moh Zain Musa dari Royal Academy of Cambodia, Dr. Abdul hafizh Hilley dari Lukmanulhakem College of Technology Thailand, Prof. Dr. Zulkifli Muhammad dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia, Ahsanul In’am Ph. D dari Universitas Muhammadiyah Malang, dan Dr. Elvira S. Balinas dari Angeles University Foundation of Philiphines.

Dalam sambutannya, Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.Hmengungkapkan tema utama konferensi adalah Meningkatkan Literasi dalam Pendidikan.“Saya, sebagai tuan rumah konferensi ini, berharap bahwa setiap orang yang berpartisipasi dalam konferensi ini dapat memperoleh manfaat maksimal dari pertemuan ini dalam bentuk visi yang lebih baik tentang bagaimana kita harus mendidik orang dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Rektor menjelaskan, konferensi tersebut merupakanlanjutan yang telahdikordinasikan. “Idealnya ini harus lebih baik daripada yang sebelumnya dan memang lebih baik setidaknya dalam proses yang diterbitkan oleh Atlantis Press dan Indexed oleh Thomson dan Reuters tahun lalu.Pembicara yang hadir disini adalah para ahli yang akan memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat terutama bagi bapak-ibu guru maupun mahasiswa calon guru,” katanya.

Lebih lanjut, Rektor mengapresiasi acara yang berjalan dengan sistematis ditambah dengan penampilan mahasiswa PGSD yang membawakan Tari Tumandang khas dari Banyumas. “Ini merupakan salah satu cara memamerkan budaya Banyumas pada tamu internasional,” katanya.

Acaramencakup bidang pendidikan keseluruhan, dosne-dosen dari seluruh prodi FKIP, presenter dari luar ump, dan mahasiswaikut serta untukmempresentasikan hasil penelitiannya pada parallel session.

Sedikitnya ada 58 presenter yang telah tergabung dalam acara ini. Selanjutnya, hasil penelitian mereka akan dibukukan dalam bentu proceedings dana kaan dipublikasikan oleh Atlantis Press dan diindeks oleh Thomson and Reuters dari Belanda. (uly/tgr)

Bentuk apresiasi kepada individu yang telah berkarya kepada sebuah lembaga berbeda-beda. Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki cara untuk mengapresiasi dosen dan tenaga kependidikan. Bertempat di Aula AK Anshori UMP pada 16/10/2017 diselenggarakan “Serah Terima Surat Keputusan Bantuan Pembiayaan Ibadah Haji Angkatan Pendaftaran 2018 dan 2019”. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMP Drs. H. Ahmad Kifni, Rektor UMP Dr. H Syamsuhadi M.H, serta sebanyak 32dosen dan karyawan penerima pembiayaan ibadah haji.

Disampaikan oleh Rektor UMP Dr H. Syamsuhadi Irsyad MH, pemberian pembiayaan ibadah haji kepada dosen dan karyawan supaya pihak yang bersangkutan dapat segera menunaikan rukun Islam yang terakhir ini. Rektor juga mengatakan, bahwa UMP akan terus memperjuangkan dosen dan tenaga kependidikan untuk menunaikan ibadah haji dengan waktu tunggu antrian yang tidak terlalu lama. Melihat untuk saat ini perlu menunggu selama 35 tahun untuk dapat diberangkatkan ke Mekah dan Madinah. Selain itu, waktu tunggu 35 tahun dikhawatirkan dosen dan tenaga kependidikan yang menerima pembiayaan ibadah haji telah mendekati masa purna tugas atau pensiun.

Rektor juga berharap, kedepannya program pembiayaan haji untuk dosen dan tenaga kependidikan dapat dijadikan sebagai momentum study banding budaya islam di Negara yang setiap tahun rutin dikunjungi oleh umat muslim untuk menunaikan ibadah haji. “Saya juga meminta kepada teman-teman pengurus pembiayaan ibadah haji, untuk peserta pembiayaan ibadah haji dapat diikutkan dalam kegiatan seminar bersama atau pelatihan di Perguruan Tinggi yang telah bekerjasama dengan, agar hasil kegiatan bersama tersebut dapat diaplikasikan di Indonesia,” tambah Rektor UMP.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMP Drs. Ahmad Khifni, juga menyampaikan jika memungkinkan akan ada penambahan quota pembiayaan haji untuk dosen dan karyawan UMP. Dengan penambahan adanya quota akan ada pengkualifikasian program pemberangkatan haji. Selain itu, sebelum penambahan quota akan dipastikan kembali kepada pihak penyelenggara haji terkait ketersediaan fasilitas disana. Hal tersebut karena melihat penyelenggaraan haji yang saat ini qouta ditambah namun masih minim fasilitas yang diberikan. “Kita akan komunikasikan dengan pihak Mina, karena beberapa kali di Mina terjadi penumpukan jam’ah haji karena kekurangan tenda untuk istirahat jamaah,” tambah Ketua BPH. (sls)

Keceriaan jelas terpancar dari wajah beberapa mahasiswa yang berkesempatan foto selfie bersama Rektor Universtas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Syamsuhadi Irsyad, M.H. setelah membuka acara Masa Ta’aruf (MASTA) 2017 Di Gedung Auditorium Ukuwah Islamiyah UMP.

 

Sedikitnya 2.356 mahasiswa baru (MABA) mengikuti kegiatan yang berlangsung dua gelombang, Sabtu (7/10) dan Ahad, (15/10) mendatang.

Koordinator Komisariat (KOORKOM) UMP Cahyudi Dwi Sasmita, menjelaskan bahwa kegiatan MASTA bagi mahasiswa baru dimaksudkan sebagai program penyambutan dan langkah awal untuk mengenalkan kehidupan kampus dan gerakan mahasiswa oleh IMM agar terwujud cendikiawan muslim yang cerdas, unggul dan berkemajuan.

 

IMM sebagai satu-satunya organisasi induk intra kampus di lingkungan UMP memiliki peran dalam mewujudkan cita-cita dan dakwah pencerahan Muhammamdiyah di lingkungan kampus.

Adanya MASTA akan mulai muncul dan nampak mahasiswa-mahasiwa yang berkarakter religius dan berintelektual guna mendukung dakwah IMM kedepan. “Khususnya untuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu sendiri mengambil tema manifestasi gerakan pencerahan sebagai ikhtiar pembentukan karakter bangsa menuju akademisi berkemajuan,” katanya.

Sementara itu Rektor UMP Dr Syamsuhadi Irsyad, M.H. dalam sambutanya mengatakan Mahasiswa sebgai simbol kaum muda adalah aset penting yang menjadi tumpuan bangsa. Di tangan para kaum muda, tampuk kepemimpinan bangsa ini digantungkan.

 

“Kampus ini menyiapkan mahasiswanya untuk mempunyai pemikiran yang cemerlang, motivasi tinggi untuk perubahan, keluwesan dalam bergaul, dan berani melakukan terobosan serta inovasi, juga selalu menginginkan hal-hal baru dan mampu berpikir out of the box,” katanya.(tgr)

Dengan diterbitkannya peraturan No 4 tahun 2017 tentang Instrumen Akreditasi serta Panduan Penggunaan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) ver. 01,  menjadikan adanya perubahan sistem akreditasi yang sebelumnya dilakuan secara manual, berubah menjadi sistem online atau disebut dengan SAPTO.

 

Melihat demikian, Lembaga penjaminan Mutu dan Pengembangan Aktivitas Instruksional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (LPMPAI UMP) lakukan Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online di ruang Sidang UMP, Jumat (06/10/2017).

 

Ketua LPMPAI Abdul Haris M, S.T,M.T. mengatakan dengan adanya perubahan regulasi yang dilakukan oleh pemerintah, menjadikan Program Studi di UMP perlu memahami SAPTO.

“SAPTO merupakan kebijakan baru pemerintah tentang akreditasi, maka Program Studi perlu memahami sistem itu” ungkapnya

SAPTO sendiri merupakan sistem yang dikembangkan Badan Akreditasi Nasional PerguruanTinggi (BAN-PT) untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses akreditasi perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh BAN-PT.

 

SAPTO mendukung setiap proses yang dilakukan dalam akreditasi seperti pengajuan usulan akreditasi oleh perguruan tinggi, pemeriksaan dokumen, penugasan asesor dan validasi yang dilakukan, proses asesmen kecukupan(AK) dan asesmen lapangan(AL) oleh asesor. [asr]

Wednesday, 20 September 2017 07:26

UMP DAN PENGUATAN JARINGAN ALUMNI

Written by

Upaya penguatan peran dan jaringan alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) harus menjadi perhatian bersama  semua lini civitas akademika di UMP. Sebab hal tersebut  senantiasa akan meningkatkan feedback terhadap peningkatan mutu akademik, hingga memudahkan akses terhadap terserapnya lulusan UMP terhadap beragama sektor strategis.

“Para alumni UMP harus bangga terhadap almamaternya. Maka, salah satu upaya menjaga nama baik UMP yakni mengambil peran terdepan dalam setiap kegiatan di masyarakat, baik pada saat menjadi mahasiswa maupun ketika sudah menjadi alumni,” pesan Ibnu Hasan,  S.Ag., M.S.I. Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FAI UMP) dalam acara pelepasan calon wisudawan/i FAI UMP untuk periode wisuda bulan September 2017b di RM. Kemangi (09/09/2017).

Lebih lanjut menurut Ibnu hasan, S.Ag., M.S.I. pihak UMP sangat memberikan dukungan yang besar terhadap seluruh mahasiswa dan alumni dalam mengambil peran-peran aktif di masyarakat. Terlebih UMP sebagai amal usaha Muhammadiyah memiliki ladang dakwah yang luas, sehingga memberikan dampak positif tehadap diri dan masyarakat.

Total mahasiwa mengikuti pelepasan calon wisudawan/i FAI UMP kali ini berjumlah 24 orang yang terdiri dari dua Prodi yakni dengan rincian 20 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 4 mahasiswa dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES). Sedangkan lulusan terbaik pada Prodi PAI diraih oleh Neli Fauziah, S.Pd. sedangkan Prodi HES diraih oleh Irsyad Sidik, SH.  

Sementara menurut Ketua Ikatan keluarga Alumni (IKA) FAI UMP Havidz Cahya Pratama, S.Pd.I. kedepan ia sangat berharap program IKA Fakultas dapat disinergikan dengan pengurus pusat IKA UMP sehingga dampak program kegiatan dan publikasinya menjadi lebih luas.

“Kita akan selalu mendukung segala kegiatan positif UMP,” pungkas Havidz Cahya Pratama. (MA)

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi training percontohan PTM se Indonesia. Training ini merupakan program Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) dan Student Training Centre (STC)denganmengadakan Becoming Exellence Student Training (BEST) di Aula AK. Anshori UMP, Kamis (28/9/2017).

Sedikitnya 220 mahasiswa baru dari seluruh Fakultas di UMPmengikutitraining terakhirGelombang ke sembilan.

Salah satu fasilitator BEST angkatan ke sembilan, Agus Mulyadi Purnawanto, S.P., M.P. mengatakan, training awal mahasiswa bertujuan sebagai bekal mahasiswa dalam menjalani kehidupan perkulihan selama di UMP. Berbeda dari biasanya,pelaksanaan trainingdilaksanakan setelah mahasiwa mendapatkan perkuliahan, hal tersebut dilaksanakan karena banyaknya mahasiswa yang mendaftar ke UMP tahun ini.  “BEST kali ini memang agak berbeda, tapi tetap dengan tujuannya mewujudkan Becoming Excellent Student,”katanya.

Dalam training BEST tersebut, peran fasilitatoryang  merupakan dosen UMP yang sudah mengikuti Training sebagai Trainer BEST sangat kental dalammemberikan ilmu kepada mahasiswa baru untuk melakukan dan memberikan yang terbaik. Selain itu mereka dituntut untuk menggalipotensi diri yang ada selama masa perkuliahan di UMP. (han/tgr)

 

Adanya praktisi Lembaga Keuangan Syariah yang profesional senantiasa harus diimbangi dengan standar kemampuan teori dan praktik. Kemampuan teoritik dalam konteks hukum ekonomi syariah merupakan bentuk pemahaman dan kemampuan dasar, filosofi dan teori tentang aspek paling mendasar dalam hukum ekonomi syariah, sehingga mampu menciptakan, pengembangan dan penemuan terbaru pada lembaga keuangan syariah. Sementara kemampuan praktik merupakan kemampuan operasional mengenai tata kelola manajerial lembaga keuangan syariah yang berjalan secara efektif, efesien, kredibel dan akuntabel sesuai dengan ajaran Islam.

Guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan teori dan praktik, maka Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (HES FAI UMP) mengadakan pembekalan terhadap mahasiswa semester tujuh yang telah memenuhi syarat mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Tujuan kegiatan praktik ini untuk memperkuat kemampuan teori yang telah dimiliki mahasiswa, sehingga mampu memahami bagaimana operasionalisasi atau tata kelola lembaga keuangan syariah,” jelas Drs. Wage, M.Ag. selaku Kaprodi HES UMP.

Drs. Wage, M.Ag. menambahkan, pengelenggaran PKL Prodi HES UMP telah menginjak tahun keempat, sementara tempat praktik tahun ini berada di BNI Syariah Purwokerto, Bank Muamalat Purwokerto, Bank Syariah Mandiri Purwokerto, BRI Syariah Purwokerto, BPD Jateng Syariah, BPRS BAZ, BPRS Khazanah Ummat, BMT Dana Mentari dan BRI Syariah Purbalingga.

“Adanya PKL ini harapannya mampu memberikan banyak perspektif terhadap mahasiswa, tidak hanya secara teori dan praktik. Tetapi, dalam jangka panjang mampu menjadi penggerak dalam pengembangan produk hukum ekonomi syariah” pesan Ibnu Hasan, S.Ag., M.S.I. selaku Dekan FAI UMP  dalam sambutannya.

Acara pembekalan ini terbagi atas tiga sesi yakni service excellent, pola kerja pada lembaga keuangan syariah dan prosedur pelaksanaan PKL. Tetapi, khusus service excellent panitia menghadirkan pemateri dari Bank Jateng Syariah Purwokerto yang menjelaskan dan memberikan simulasi/praktik mengenai service excellent para lembaga keuangan. (MA)

 

Segenap Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) merayakan Hari Raya Idul Adha, Jum’at (1/9/2017). Perayaan dilakukan dengan melaksanakan Shallat Idul Adha di halaman Rektorat. Sejak pukul 05.30 halaman sudah mulai dipadati warga. Acara dimulai sejak pukul 06.15, dengan Imam sekaligus Khatib Prof. Dr. HM Dailamy, SP.

Dalam Khutbahnya Prof. Dr. HM Dailamy, SP.  mengkaji mengenai kehidupan Nabi Ibrahim yang senantiasa beribadah dan mengutamakan Allah diatas segalanya.

“Ada tiga pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Ibrahim, Hajar, dan Ismail. Pertama, menjalankan perintah agama haruslah dibangun atas loyalitas yang berujung pada ungkapan sami’nil waatha’nal. Kedua dalam menjalankan perintah agama Allah & Rasul harus dicintai lebih dari segalanya. Ketiga contohlah kehidupan keluarga Ibrahim, Hajar & Ismail karena merupakan contoh keluarga muslim yang ingin sakinah, mawaddah dan Rahmah,” jelasnya.

Prof Daelamiy berharap solat Idul Adha dapat mengambil pelajaran yang baik serta dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa para jamaah.

Seusai solat Ied, acara dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban sebanyak 12 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Hewan kurban tersebut diantaranya dari Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH, Dosen UMP dan masyarakat lainnya yang turut kurban di UMP. Puluhan warga memadati tempat pemotongan hewan kurban di Masjid Ahmad Dahlan UMP. Dari jumlah hewan kurban tersebut,  daging akan dibagikan kepada masyarakat sekitar yang berhak. (han)

 

Kinerja sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus ditingkatkan. Salah satunya dengan memberikan pembinaan dengan pegawai agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Joko Purwanto mengatakan, bekerja di UMP tidak hanya mengejar dunia saja, namun akhirat tercapai. “Ketika kita hanya mengejar dunia, maka akhirat belum tentu dicapai. Tapi ketika kita mengejar akirat, Insya Allah dunia tercapai,” jelasnya

Mengapa demikian, lanjut Joko, karena di UMP para pegawai diberikan imbalan sebagai bentuk tanggung jawab karena telah bekerja secara maksimal. “Maka konsekuensinya adalah mari kita tingkatkan kinerja masing-masing sesuai dengan tujuan. Ayo bareng-bareng membuat prestasi untuk menjadikan amal jariah sebagai bekal hidup di akhirat besok,” ajak Joko Purwanto Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum saat memberikan pembinaan kepada para pegawai di Ruang Sidang Kantor Pusat, Selasa (5/9/2017).

Tugas dan tanggung jawab bidang administrasi umum UMP saat ini semakin besar yang menuntut adanya pengelolaan yang lebih baik untuk kinerja unit kerja pengembangan SDM tersebut. Dikatakan, nilai-nilai relijius harus dapat dilaksanakan. “Maka dari itu niatkan lurus kita, bahwa kita bekerja agar bagaimana pekerjaan kita memiliki nilai ibadah,” pungkasnya.(tgr)