This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • GooglePlus
  • Linkedin
 
BERITA
BERITA

BERITA (99)

Pengembangan kualitas akademik terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Salah satu upaya yang dilakukan UMP dengan menghadirkan dosen dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia Dr. Nurul Fadly bin Habidin dan Prof. Dr. Syed Ismail bin Syed Mohamad. Kegiatan yang bertajuk kuliah umum dan workshop kepenulisan di selenggarakan pada 14-15 November 2017 di Ruang Sidang Lamtai 2 dan Aula AK Anshori Lantai 3 Gedung Pusat UMP.

Kegiatan yang bertajuk “Graduation On Time” diperuntukan untuk dosen yang sedang menjalani studi lanjut S3 (program Doktor). Disampaikan oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr Anjar Nugroho M.HI., M.SI., menyampaikan bahwa penting bagi setiap dosen yang sedang melakukan studi lanjut program magister untuk dapat menyelesaikan studi secara tepat waktu.

 Dr Anjar Nugroho M.HI., M.SI., juga menambahkan ketika dosen telah menyelesaikan studi lanjut secara tepat waktu maka kontribusi dosen untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan linear disiplin ilmunya. “Kesempatan dosen UMP untuk dapat mengembangkan potensi akademiknya sangat terbuka dengan tepat waktu menyelesaikan studi,” pungkasnya.

Lulus tepat waktu Graduation On Time dalam menjalani studi lanjut S3 bukanlah hal yang sulit. Disampaikan oleh Dr Nurul Fadly bin Habidin bahwadiperlukan komitmen setiap individu yang sedang melanjutkan program studi S3. Kendala yang biasa terjadi seringnya terjadi pergantian topik ditengah masa studinya.

“Kesadaran merupakan faktor penting dari keberhasilan menyelesaikan studi S3. Sadar bahwa suatu studi s3 berbeda dengan yang dilaksanakan di S1 dan S2.  Jurnal tentang aktifitas riset dan menulis ide-ide yang pernah dikeluarkan sangat membantu, kita dapat menulis dan membagikan isu terkini yang mana dampaknya akan bermanfaat,” jelasnya. (han/sls)

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Kahfi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) gelar Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Daerah (FSLDKD) Purwokerto XVII tahun 2015 di Aula Fakultas Teknik UMP, Sabtu (4/11).

FSLDKD merupakan salah satu bentuk koordinasi dakwah yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak menuju ummatan wahidah.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil FSLDKD sebelumnya di Tegal yang memberikan amanah kepada LDK Al-Kahfi UMP untuk menyelenggarakan FSLDKD ke-18,” ujar Ketua Panitia Kegiatan Fajar Muhammad Fauzi.

 “FSLDKD Purwokerto memayungi banyak LDK yang tersebar di perguruan tinggi  di Barlingmascakeb, Brebes, Tegal, Pemalang, Wonosobo, sehingga perlu dibangun komunikasi, koordinasi antar LDK di wilayah FSLDKD Purwokerto demi tercipta gerak dakwah yang baik,” lanjut Fajar mahasiswa Prodi Teknik Elektro itu.

Dengan mengambil tema kegiatan “Semangat Pemuda Menuju Generasi Mujahid”, panitia telah menjadwalkan berbagai kegiatan selama gelaran FSLDKD Purwokerto XVIII

“Dalam gelaran FLSKD, ada beberapa agenda yang akan dilakukan.  Setelah kegiatan ramah tamah, Talkshow Inspiratif, dan selanjutnya Pelatihan Manajemen Lembaga Dakwah Kampus, Stadium General, Musyawarah Daerah, dan Rapat pimpinan Daerah FSLDKD Purwokerto,” ungkap Fajar Muhammad Fauzi selaku ketua panitia kegiatan.

Sementara itu, Abid Yanuar Badharudin, S.Kom selaku pembina LDK Al-Kahfi berharap melalui kegiatan FSLDKD XVIII aktivis dakwah bisa saling bersinergis dengan baik, menjaga proses pengkaderannya.

 “Tahun 2045, momentum 100 tahun Indonesia menjadi masa di mana usia teman-teman memasuki 40 tahun. Maka bangunlah mulai dari sekarang untuk kejayaan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Teknik itu juga berpesan agar berdakwah dengan cara yang lembut tetapi tidak mengurangi makna, isi dari dakwahnya. “Sebarkanlah kebaikan dengan kelembutan, tetapi makna atau isinya tetap ada,” pesannya.

Menumbuhkan jiwa muslim di era generasi milenial adalah hal yang wajib dilakukan. Disinilah kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Bertepatan pada 4 November 2017 di Gedung Auditorium Ukhwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) salah satu qari’i muda Muzammil Hasballah (24) mnyampaikan Talkshow Inspiratif dengan tema “Muda Menginspirasi”.

Sebanyak 1800 peserta digetarkan dengan lantunan ayat suci alquran oleh Muzammil Hasballah sebelum memulai talkashow tersebut. Materi yang disampaikan sangat inspiratif yakni terkait menjadi individu yang memiliki jiwa Mekah dan pikiran Jerman. Yang berarti jiwa yang spiritualis seperti masyarakat mekah dan pikiran yang intelektualitas seperti masyarakat Jerman.

Menurut Muzammil hidup di dunia meskipun waktunya memang terlihat lebih panjang, sesungguhnya Allah SWT telah menyiapkan kehidupan yang lebih lama lagi, yang kekal abadi diatas sana. Dan kehidupan yang kekal abadi bias kita rasakan nikmatnya ketika kita menjalankan kehidupan duniawi dengan baik, dengan ibadah yang merupakan perintah Allah SWT.

Maka seimbanglah kita harusnya dalam duniawi dan bekal untuk akhirat nanti. Dan kita sebagai kaum muda dianggapnya bisa menjadi lebih baik apalagi dengan pengetahuan yang dimiliki serta teknologi informasi yang mudah didapatkan. Berbuatlah senada dengan jalan Allah.

 “Jika kita menolong agama Allah, maka Allah pun akan menolong kita. Bacalah Al Qur’an, lantunkan surat, pahami dan amalkan sunah nabi” ungkapnya.

Saturday, 04 November 2017 02:09

Pemuda Muslim yang Produktif dalam Prestasi

Written by

Masa muda adalah waktu yang tepat untuk mengukir berbagai prestasi. Terlebih pemuda yang dapat seimbang dalam prestrasi dunia dan akhirat. Hal inilah yang mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Kahfi Universitas Muhammadiyah Purwoikerto (UMP) mengadakan talkshow inspiratif bersama Muzammil  Hasballah.

Betempat di Auditorium Ukhwah Islamiyah UMP pada 4 November 2017 Rektor UMP Dr H Syamsuhadi Irsyad MH menghimbau mahasiswa sebagai pemuda untuk dapat terus berpretasi baik di dunia maupun untuk bekal akhirat nanti. Seperti diketahui Indonesia pada tahun 2020-2030 akan didominasi oleh penduduk usia produktif. Sedangkan jumlah penduduk pada usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun hanya sekitar 30 persen.

“Kegiatan ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk menumbuhkan jiwa Muslim muda di era generasi milenial,” tambahnya.Sejalan dengan UMP yang berkomitmen untuk unggul, modern, dan Islami.

Rektor UMP Dr H Syanmsuhadi Irsyad MH juga menambahkan untuk menjawab tantangan di era milenial, pemuda harus mengikuti perkembangan zaman dan mengembangkan pengetahuan di bidang teknologi. “Ini sebagai jawaban sekaligus menunjukkan bahwa pemuda tidak dikenal hanya bisa melakukan hal – hal yang negatif saja” tutupnya.

Sejalan dengan Rektor UMP, Ketua LDK Al Kahfi Ibnu Isani menyampaikan kepada reporter ump.ac.id bahwa kegiatan ini sebagai upaya mendorong kawula muda untuk terus produktif dan berprestasi. Hadirnya Muzammil Hasballah sudah barang tentu sebagai salah satu cerminan pemuda masa kini yang dapat bersinergi anata urusan dunia dan bekal di akhirat

“Seluruh peserta dapat mengamalkan nililai-nilai kehidupan yang ada di alquran, sehingga memperoleh keseimbangan urusan dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Komitmen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk unggul, modern, dan Islami diwujudkan dengan bersinergi dengan lembaga-lembaga yang ada di UMP. Salah satu upaya untuk mewujudkan civitas akademik yang Islami melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) mengadakan pengujian kema,mpuan membaca alquran kepada mahasiswa UMP.

Proses ujian bacaAl Qur’andi LPPIUMP sudah dilakukan sejak tahun 2004. Mahasiswa yang dinyatakan lulusakan mendapatkan Sertifikat Kelulusan membaca AlQur’an (Syahadah) .

Awalnya syahadah ini selain sebagai bentuk legal dari lulus tes membaca alquran, juga digunakan sebagai prasyarat untuk Yudisium sebelum Wisuda. Namun sejak tahun 2011 Syahadah termasuk juga sebagai Prasyarat KKN.

Disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengamalan Al Islam Kemuhammadiyahan (PPAIK) Achmad Husein S.Ag. bahwa seluruh mahasiswa harus lulus Tes Membaca alquran. Kemampuan membaca Alqur’an di Universitas Muhammadiyah Purwokerto sangat dibutuhkan.

“Tes Baca Qur’an sudah bisa dilaksanakan sejak mahasiswa masih menjadi mahasiswa baru di semester 1 yang dilaksanakan secara serentak setiap tahunnya oleh LPPI.” Tambah Achmad Husein.

Untuk mahasiswa yang mengikuti Tes Baca Qur’an mulai 1 November 2017 wajib mendaftarkan secara online di website https://lppi.ump.ac.id .

Perkembangan zaman memberikan dampak terhadap kemajuan teknologi dan kehidupan manusia yang lebih modern. Sejalan dengan perkembangan tersebut, manusia harus memiliki spiritiual leadership untuk membentengi diri agar tidak terbawa dampak negatif dari perkembangan zaman yang modern. Bertempat di Aula AK. Anshori pada 21 Oktober 2017 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FAI UMP) menggelar kuliah umum bertajuk “Spiritual Leadership” bersama Prof. Dr. H. Tobroni.

Disampaikan oleh Dekan FAIUMPIbnu Hasan, S.Ag., M.S.I,bahwadalam kompleksitas kehidupan modern, masyarakat mengalami kehampaan spiritual. “Pada masyarakat Oleh karena itu, perlu memerlukan bacaan keagamaan untuk menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.

Melalui kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si., menyampaikan mengenai kepemimpinan masa depan untuk menjawab permasalahan kehampaan spiritual. Materi yang disampaikan merupakan hasil karya akademiknya.

Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si dalam paparannya mengatakan spiritual leadership merupakan kepemimpinan yang membawa dimensi keduaniawian kepada dimensi keilahian. Teori itu lanjutnya, menjadi penyempurna dan puncak evolusi teroi-reori kepemimpinan yang ada (tradisional, transaksional, dan transformasional).

Dari hasil penelitian, Tobroni melihat basis etika religiusitas yang menjadi core belief dan core values, karakteristik  dan sifat-sifatnya, gaya kepemimpinan dalam membangun budaya organisasi dan proses organisasi. Model kepemimpinan inilah menurut Prof. Dr. H. Tobroni,M.Si.,harus dipegang oleh pemimpin sekarang dan masa depan. (asr/sls)

Saturday, 21 October 2017 02:05

Mahasiswa Asing Prioritaskan Kuliah di UMP

Written by

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai lembaga pendidikan tinggi menjadi prioritas untuk mengembangkan kemampuan akademik. Prioritas untuk kuliah di UMP tidak hanya oleh mahasiswa Indonesia, pun mahasiswa asing yang telah memprioritaskan untuk memilih kuliah di UMP. Salah satunya mahasiswa asing dari Thailand, Kawin Malung dan Sulkifli.

Dengan kemampuan yang ia miliki, ia merasa bangga menjadi bagian dari kampus yang memiliki jargon Start Here Go Anywhere. UMP merupakan kampus yang memang membuka kesempatan untuk mahasiswa asing bisa memperdalam pengetahuan untuk kuliah disana. Tidak hanya perkuliahan formal didalam kelas yang akan didapat namun UMP juga membuka kesempatan kepada mahasiswa asing untuk mendalami keberagaman yang ada di Indonesia melalui UMP.

Disampaikan oleh Kawin Malung dan Sulkifli ketika diwawancarai saat acara program Jalan-jalan Mahasiswa Asing pada 20 Oktober 2017, mengatakan bahwa program ini adalah program yang sangat unik dan baru pernah ia dapatkan selama ia bersekolah. Dalam program jalan-jalan dia diberikan kesempatan untuk mengenal destinasi Pantai pasir Putih dengan keindahan alamnya.

 “UMP sangat peduli kepada seluruh mahasiswa,  saya merasa beruntung dan bangga mendapatkan beasiswa kuliah di kampus Muhammadiyah ini, saya juga pernah dikenalkan dengan kebudayaan yang unique berupa Angklung, alat musik yang sederhana tapi susah juga memainkannya,” kata Kawin Malung Mahasiswa Asal Thailand.

Ketertarikan Kawin Malung terhadap hukum syariah sebagai alasanya untuk mengambil Fakultas Agama Islam Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. “Saya disini untuk mendapatkan gelar sarjana dari Fakultas Agama Islam Program Studi Hukum Ekonomi Syariah karena saya tertarik dengan dunia persyariaahan,” tambahnya.

Sejalan dengan Malung, Sulkifli Mahasiswa asing dengan jurusan Psikologi ini juga memiliki alasan ketika mengambil jurusan tersebut, ia merasa kesehatan seseorang tidak hanya didapat dari tenaga medis tapi juga harus diimbangi dengan Psikiater. “Yang saya tahu, mempelajari hal yang hidup seperti orang, kehidupan masyarakat adalah hal yang benar-benar mengasyikkan dan saya termasuk orang yang harus bersyukur bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah di UMP dan mengambil jurusan yang saya minati,” tutupnya. (han/sls)

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah berkomitmen untuk membentuk karakter Islami. Melalui masa ta’aruf (Masta) 2017 mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.Kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UMP dilaksanakan 15/10/2017.

Acara yangdilaksanakan di Auditorium Ukhuwah Islamiyah dibuka secara resmi oleh Rektor UMP Dr. H. Syamuhadi Irsyad M.H. Rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langjah awal untuk menyiapkan generasi muda yang berpegang teguh amar ma’ruf nahi munkar.

Menggunakan tema “Manifestasi Gerakan Pencerahan sebagai Ikhtiar Pembentukan Karakter Bangsa Menuju Akademisi Berkemajuan” merupakan cara yang digagas dalam upaya membentuk karakter bangsa melalui para akademisi, dimana karakter Islam berkemajuan akan akan semakin terlihat melalui karakter bangsa yang sejalan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Zulhidayat Siregar banyak memberikan pengetahuan tentang organisasi Muhammadiyah yang sudah lebih dari 1 abad menjadi wadah penggerak keIslaman di Indonesia.

Kegiatan Masta kemudian dilanjutkan penyampaian tentang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang disampaikan oleh Beni Pramula Ketua Umum DPP IMM Periode 2014-2016. Beni mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif berorganisasi dan membangun Muhamamdiyah melalui IMM. (uly/sls)

Masa Ta’aruf (Masta) 2017MASTA sebagai kegiatan yang rutin diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah(IMM)Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali diadakan pada 15/010/2017. Bertempat di gedung Auditorium Aula AK Anshori UMP kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 1000 mahasiswabaru 2017.

Agus Mulyadi Purnawanto, S.P., M.P Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, mengatakan bahwa untuk masta tahun ini dinilai lebih unik dan berbeda, karena masta tahun ini, khususnya hari ini dilaksanakan bukan diawal masuk perkuliahan namun pada waktu sudah menempuh perkuliahan . “Esensi dari masta sendiri meskipun dengan judul masa ta’aruf dan untuk saling mengenal, tetapi selain mengenal teman-teman mahasiswa, masta juga mewajibkan untuk seluruh mahasiwa mengenal Muhammadiyah lebih mendalam, kehidupan Muhammadiyah lebih dalam, termasuk organisasi didalamnya yaitu IMM,” jelasnya.

Konsep masta untuk hari ini disampaikan oleh Ketua Koordinator Komisariat UMP Cahyudi dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar denganmengangkat tema “Manifestasi Gerakan Pencerahan sebagai Ikhtiar Pembentukan Karakter Bangsa menuju Akademisi Berkemajuan” berharap masta hari ini dapat bertransformasi dari siswa menjadi mahasiwa yang berkarakter memiliki akhlak yang baik dan dapat berperan untuk nusa bangsa.Karena sampai hari ini mahasiswa masih terbelenggu dalam krisis karakter, serta mahasiswa perlu mengenal begitu besarnya muhammmadiyah yang ada di UMP. (han/sls)

Pemilih Pemula Cenderung Ikut Orang Tua

Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (PSDKP UMP)Tanggapi Pilkada di Banyumas. Berdasarkan survei yang dilakukan, pemilih pemula masih memiliki kecenderungan mengikuti pilihan orang tuanya dalam memilih.

Direktur PSDKP UMP Dr Anjar Nugroho mengungkapkan, pemilih pemula menjadi salah satu kelompok pemilih yang cukup berpengaruh dalam gelaran pemilihan umum, termasuk dalam gelaran Pilkada di Banyumas 2018 mendatang. Pasalnya, dari total jumlah pemilih yang ada, 20 % diantaranya merupakan pemilih pemula yang berusia diantara 17-22 tahun. Sehingga hal ini perlu menjadi perhatian, tak hanya bagi badan penyelenggara saja, melainkan oleh semua pihak.

"Kecenderungan tersebut didasarkan hasil survei, dimana sebagian sebagian besar pemilih pemula mengaku mengikuti pilihan orang tuanya, saat berpartisipasi dalam Pemilu," katanya, dalam Sosialisasi Partisipasi Pemilih Pemula, Jumat (13/10/2017) kemarin sore.

Permasalahannya, lanjut dia, partisipasi masyarakat, terutama di kelompok usia di luar usia pemilih pemula, sejauh ini masih sangat rendah, terutama di Banyumas. Untuk partisipasi pemilih usia di atas 40 tahun, masih di angka 9 %. Persentase tersebut sangat berbeda dengan antusiasme yang ditunjukkan para pemilih pemula, yang mencapai 78 %.

Tak hanya dari sisi partisipasi dan kecenderungan pilihan, dalam memilih parpol, pemilih pemula juga memiliki kecenderungan memilih parpol yang nasionalis. Meski tetap ada yang memilih parpol di luar parpol nasionalis.

"Kebanyakan alasannya, karena partai nasionalis dinilai sama dengan anak muda, yang cenderung suka dengan tampilan yang gaul. Tak hanya itu, faktor selebritas, atau keterlibatan publik figur di parpol juga cukup mempengaruhi," jelas dia.

Direktur Swadesi Institute, Irfan Fakhturohman mengatakan kegiatan tersebut sudah mendapat support dari KPU Kabupaten Banyumas, sekaligus untuk melakukan sosialisasi, termasuk edukasi politik kepada pemilih pemula.

"Kenapa pemilih pemula, karena di Banyumas pemilih pemula sangat potensial. Sehingga pendidikan politik bagi pemilih pemula harus digencarkan sejak dini. Dan ini juga salah satu upaya membantu KPU dalam mensosialisasikan Pemilu kepada pemilih pemula," tegasnya.

Tak hanya itu, peserta sosialisasi yang didominasi pelajar SMA/SMK tersebut, juga disiapkan untuk membantu program sosialisasi dari KPU, yakni relawan demokrasi yang biasanya dibentuk KPU jelang Pilkada maupun Pemilu.

"Kami harapkan yang ada disini (peserta, red), ke depan dapat dibekali lebih banyak pengetahuan tentang pemilu oleh KPU, sehingga dapat membantu sosialisasi di lingkungan sekitarnya, terutama sesama pemilih pemula," ujar dia.(tgr)