This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • GooglePlus
  • Linkedin
 
BERITA
BERITA

BERITA (99)

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) lepas peserta diploma satu Kemuhammadiyahan yang berada dibawah Fakultas Agama Islam UMP akhirnya melepas 26 pesertanya. Para peserta ini dilepas setelah menjalani pendidikan selama empat bulan.

Ke-26 peserta program setara Diploma Satu tersebut dilepas oleh Wakil Rektor bidang Akademik UMP Dr. Anjar Nugroho yang dilaksanakan  di ruang AK. Anshori, gedung rektorat UMP, Sabtu (22/12/2018).

Wakil Rektor bidang akademik UMP, Dr. Anjar Nugroho dalam sambutannya mengatakan, ke-26 peserta itu secara formal memang telah menyelesaikan studinya, namun secara substantif mereka diharapkan tetap terus belajar tanpa henti.

Dengan studi selama empat bulan tersebut, lanjutnya, hanya sebagai pembukaan saja bagi para peserta tapi selebihnya diperdalam di masing-masing cabang dan ranting Muhammadiyah.

”Karena belajar itu sebetulnya adalah pengalaman kehidupan. Jadi semakin banyak pengalaman kita dalam menjalani kehidupan, maka semakin banyak kita belajar dan semakin banyak kita mendapatkan ilmu, kebijakan-kebijakan dari itu. Dan ini yang tidak boleh berhenti”, ungkapnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas Dr. Ibnu Hasan menjelaskan, program setara diploma satu adalah bentuk kerjasama antara persyarikatan Muhammadiyah dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

"Dan perannya lebih banyak ada di PTM nya", terangnya.

Seiring dengan dibukanya program setara diploma satu tersebut, dia mengharapkan, bisa menjawab persoalan yang paling serius yaitu terkait kaderisasi.

”Karena di muktamar Muhammadiyah tiga angkatan muktamar itu ada program revitalisasi salah satunya revitalisasi kader. Dan kami membaca bahwa amal usaha Muhammadiyah adalah tempat yang paling strategis untuk proses kaderisasi. Karena itu maka sebenarnya program ini diperuntukkan untuk seluruh aktivis Muhammadiyah dan keluarga besar pegawai / karyawan di amal usaha Muhammadiyah dalam proses kaderisasi", tandas Ibnu Hasan.

Dari 26 peserta program setara diploma satu pendidikan Kemuhammadiyahan itu, yang lulus terbaik atas nama Manaf dengan total nilai 63 predikat istimewa. Kemudian peserta termuda atas nama Okti Dwiyanti berusia 23 tahun dan peserta tertua atas nama Sardi berusia 57 tahun.

 

https://ump.ac.id/Berita-1375-UMP.Lepas.26.Peserta.D1.Kemuhammadiyahan.html

Pemahaman tentang ilmu sengketa ekonomi syariah merupakan sesuatu yang harus diketahui oleh mahasiswa. Sebab, banyak persoalan sengketa ekonomi syariah yang terus bermunculan.  Untuk itu, Program studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Agama Islam (FAI) dan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk ‘Kesiapan Pengadilan Agama dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah’, di Aula AK Anshori.

 

Kuliah umum menghadirkan Prof. Dr. Rahayu Hartini, S. H., M. Si., M.Hum sebagai pembicara yang merupakan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang dalam bidang hukum bisnis, hukum dagang, dan hukum kepailitan.

 

Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Kerjasama dan AIK (Al Islam dan Kemuhammadiyahan) Dr. Jebul Suroso M.Kp, mengatakan kuliah umum ini merupakan kesempatan baik bagi mahasiswa FAI dan FH, karena menghadirkan pakar dalam bidang penyelesaian ekonomi syariah.

 

Ia menuturkan ada lima hal islami dalam pengelolaan di UMP, yaitu islami pengelolaan kampus, islami dalam pengelolaan sumber daya manusia, islami dalam pengelolaan sarana dan prasarana, islami dalam pengelolaan tri dharma, dan islami pengelolaan kemahasiswaan.

“Berharap fakultas lain dapat mengadakan kerjasama, karena hukum sangat luas cakupannya, agar nantinya dapat menghasilkan lulusan sebagai pekerja yang cerdas, pengusaha yang sukses, penguasa yang bermartabat, dan praktisi hukum yang bijaksana,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Hukum Ika Ariani Kartini, S.H., LL.M., mengungkapkan tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa Fakultas Hukum tentang kesiapan pengadilan agama dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah.

 

Menurutnya kerjasama antara FH dengan HES sangat diperlukan, mengingat perkembangan di era globalisasi ini, hukum dan ekonomi syariah menjadi bidikan pasar industri dan dunia pedidikan.

 

“Harapan ke depan agar ditahun mendatang lulusan FH memiliki bekal yang cukup mendalam terutama kekhususan dalam bidang hukum acara,” pungkasnya.

 

https://ump.ac.id/Fakultaria-1327-Mahasiswa.UMP.Kaji.Pemahaman.Sengketa.Ekonomi.Syariah.html

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FAI UMP) mengadakan pelepasan terhadap calon wisudawan periode I tahun Akademik 2018/2019. Acara pelepasan tersebut dilaksanakan pada Kamis (22/2/2018) lalu, bertempat Rumah Makan (RM) Libero Purwokerto. Pelepasan tersebut diikuti oleh 17 mahasiswa yang terdiri dua program studi yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES).

Acara pelepasan juga dihadiri oleh Dekan FAI Dr. Ibnu Hasan, S. Ag., M.S.I., beserta pimpinan FAI dan seluruh civitas akademik FAI UMP. Pada kesempatan tersebut, Dekan FAI memberikan apresiasi kepada Pahril Husaini dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah sebagai lulusan terbaik IPK 3.88.

“Menjadi seorang sarjana adalah impian semua orang. Oleh sebab itu, berbagai kreativitas yang telah diasah selama kuliah harus mampu berdampak signifikan pada dunia kerja. Dan FAI menyediakan semuanya. Kami, selalu berbangga hati menjadi bagian dari keluarga besar FAI UMP,” kesan Pahril Husaini sebagai mahasiswa terbaik.

Sementara itu, Ibnu Hasan dalam sambutannya berpesan bahwa tanggung jawab akademik tetap melekat pada seorang sarjana. Sebab seorang sarjana tetap selalu membawa institusi almamaternya. Maka, kehadiran para sarjana FAI UMP harus mengambil berbagai peran aktif dan mengoptimalkan kemampuan di tengah-tengah masyarakat, hal tersebut dikarenakan manusia sebagai mahluk pembelajar.

“Sarjana itu adalah wadah yang harus diisi terus menerus. Jadi, lanjutkan ke jenjang berikutnya dengan selalu menjadi manusia pembelajar. Sarjana bukan akhir, tetapi awal berkontribusi dan menginspirasi,” pungkas Ibnu Hasan.

 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Banyumas Ibnu Hasan dan Zakiyah resmi meraih gelar Doktor dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (3/2/2018).

Ketua PDM dan PDA Kabupaten Banyumas yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ini meraih predikat cumlaude dan resmi menjadi Doktor ke-14 dan 15 yang telah diluluskan oleh UMM. Acara ini juga dihadiri oleh Rektor UMP, pengurus PDM, PDA Banyumas dan segenap jajarannya.

Dalam disertasinya, Ibnu Hasan memilih judul “Paham Keagamaan Pimpinan Pesantren dan Implikasinya terhadap Pengembangan Pemikiran Pendidikan (Studi Fenomenologi pada Pesantren Salafi di Kabupaten Banyumas). Sementara Zakiyah memilih judul “Pembelajaran Nilai-nilai Moral dengan Pendekatan Spiritual di TK Aisyiyah 1 dan TK Universitas Muhammadiyah Purwokerto”.

Menurut Ibnu tema tersebut, akhir-akhir ini menjadi tema yang menarik, meskipun studi tentang salafi itu bagitu banyak. Tetapi yang menekuni studi salafi dari sisi pengembangan pendidikan ditinjau dari berbagai teori pendidikan, dewasa ini belum banyak dilakukan. Ia berharap temuan temuan penelitiannya berguna bagi pengembangan dan pemikiran pendidikan Islam dewasa ini.

“Saya berharap, teman-teman yang punya konsentrasi dibidang pendidikan Islam bisa melanjutkan setudi jenjang S2 maupun S3, dan Insya Allah nanti di Universitas Muhammadiyah Purwokerto pun juga akan buka magister Pendidikan Agama Islam. Insya Allah,” katanya.

Menurutnya kuliah di UMM adalah tantangan. “Bagi saya kuliah di UMM adalah tantangan, tantangan untuk cepat selesai. Dan Alhamdulillah memang persis masa studi saya tiga tahun selesai, dan hari ini saya persis ada di semester ke enam terakhir,” pungkasnya.


Sementara itu Zakiyah ketua PDA Banyumas mengatakan yang melatarbelakangi begitu semangat untuk belajar adalah keluarga. “Yang pertama mudah-mudahan ini menjadi semangat terutama keluarga saya, anak-anak saya dan juga untuk teman-teman yang lain. Ternyata orang yang setua saya ini (52 Th) masih bisa belajar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan ketika kita ada semangat, ada sepiritualitas, pasti ada jalan. “Kalau kita mau jujur, tiga tahun kurang tiga bulan itu saya penuh perjuangan. Ketika kita harus berangkat ke Malang, kalau lagi punya duit saya pake kereta yang mahal. Kalau tidak ya saya cukup pake kereta ekonomi, dan Alhamdulillah saya dikasih kesehatan olah Allah, dikasih kemampuan oleh Allah sampai akhirnya sekarang bisa menyelesaikannya,” kata Zakiyah yang sudah mengabdi selama 26 tahun di UMP.

Terkait tema dengan anak usia dini, Zakiyah mengungkapkan anak usia dini menjadi awal pendidikan. “Insya allah ketika anak itu sukses di pendidikan usia dininya, semakin dia dewasa dia akan semakin semangat untuk belajar, belajar dan belajar,” tandasnya.

“Dan Alhamdulilah berkat do’a anak-anaknya bu Zakiyah semuanya itu saya bisa bereng sama pak Ibnu Ketua PDMnya karena kita belajar bareng-bareng kesini (Malang) dan Alhamdulillah Pak Ibnu bisa selesai dan saya sebagai Ketua PDA bisa mengikuti jejaknya. Mudah-mudahan nanti ilmunya juga bermanfaat,” pungkasnya.

Rektor UMP Dr. H Syamsuhadi M.H, memberikan apresiasi terhadap dua tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang secara bersamaan melakukan ujian promosi doktor di UMM. “Universitas Muhammadiyah Malang, hari ini mempromosikan dua orang yang bagi kami adalah tokoh. Satu Pak Ibnu Hasan yang kebetulan selain Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto juga Ketua PDM Banyumas yang sudah lama menjadi dosen di UMP. Yang kedua, bu Zakiyah, juga dosen Fakultas Agama Islam UMP, beliau juga ketua PDA Banyumas. Sehingga kedua-duanya adalah tokoh, baik itu Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah,” pungkasnya. (tgr)

Wednesday, 20 December 2017 00:06

Ujian Menjadikan Beriman dari Dekan FAI UMP

Written by

Manusia sebagai hamba Allah SWT dianjurkan untuk selalu beriman kepada Allah SWT. Menjadi hamba yang selalu beriman kepada Allah SWT juga ditegaskan oleh Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Ibnu Hasan S.Ag., M.Si., bahwa Allah memuji orang-orang yang selalu beriman. “Qad aflahal mu’minun, sungguh bahagia orang-orang yang beriman”, ungkapnnya.

Kemuliaan yang diperoleh bagi orang-orang yang beriman sebanding dengan ujian yang didapatkannya. Hal tersebut, sebagai ujian dari Allah SWT untuk mengetahui hambanya yang sebenar-benarnya beriman. “Allah SWT akan menguji orang-orang yang beriman mengetahui kejelasan hamba yang beriman atau hanya berdusta,” tambah Dekan FAI UMP.

Disampaikan juga oleh Ibnu Hasan S.Ag., M.SI., bahwa Abu Bakar As-Sidiq juga pernah diuji oleh Allah SWT. Pada saat itu, Abu Bakar As-Sidiq menyatakan kepada Rasulullah SAW bahwa Abu Bakar As-Sidiq adalah orang yang beriman. Dari perkataan tersebut, kemudian Allah SWT memberikan ujian kepada Abu Bakar As-Sidiq berupa menjadikannya target atau buruan dari orang-orang kafir dan suku quraissy.

Lebih lanjut, Ibnu Hasan S.Ag., M.SI., menyampaikan, ketika Rasullullah SAW melihat banyak orang yang bersahadat maka Allah SWT kemudian menurunkan beberapa peristiwa  untuk menguji hambanya yang telah berikrar. Salah satunya melalui peristiwa Isra Mi’raj dan hijrahnya Nabi SAW dengan hamba yang telah berikrar dari Mekah ke Madinah. Pada saat hijrah keadaan sangat berat karena jarak yang jauh dan ditempuh dengan berjalan kaki. Tidak sedikit umat yang terpecah, akhirnya Rasullullah SAW mengetahui mana hambanya yang setia dengan mengikutinya berhijrah, dan tidak sedikit pula hamba Allah SWT yang berguguran atau mangkir tidak mengikutinya berhijrah.

“Beriman itu mulia, tapi beriman tidak cuma-cuma.  Beriman akan diukur kualitasnya dengan ujian yang telah disiapkan oleh Allah SWT,” Ungkap Ibnu Hasan. Harapannya dengan niat sebenar-benarnya untuk beriman kepada Allah SWT segala ujian dan nikmat yang Allah berikan dapat menjadikan hambanya selalu beriman. (sls/rp)

Program studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Muhamadiyah Purwokerto (UMP) wujudkan komitmen UMP, Unggul, Modern, dan Islami melalui praktik lapangan dakwah. Melalui kegiatan praktik lapangan dakwah Mahasiswa HES menjadi cerminan civitas akademik UMP di lingkungan masyarakat. Sebelum mahasiswa diterjunkan ditengah masyarakat oleh prodi diadakan kegiatan pembekalan praktik lapangan dakwah di Ruang Q.I.1 Gedung FAI pada 9 Desember 2017.

Pembekalan Praktik Lapangan Dakwah ditujukan kepada 28 mahasiswa HES dan PAI tahun akademik 2014. Terdiri dari 17 Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 11 Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES). Pembekalan ini diwajibkan bagi calon peserta Praktik Lapangan Dakwah, karena pembekalan ini merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan Praktik Lapangan Dakwah yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 s.d 30 Desember 2017 di Ranting Muhammadiyah Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.

Disampaikan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FAI UMP Drs Makhful, M.Ag. mahasiswa FAI UMP yang mengikuti Praktik Lapangan Dakwah akan mengemban misi Universitas dan Fakultas dalam menyalurkan kebaikan di masyarakat. Kebaikan dalam menyampaiakan ilmu yang diperoleh semasa kuliah sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Harapanya agar ilmu yang didapat di perkuliahan bisa disalurkan dengan baik ke masyarakat, khususnya di Ranting Muhammadiyah Karanggude,” pungksd Drs Makhful, M.Ag.

Dalam pembekalan tersebut mahasiswa diberikan tiga pokok materi yang dapat disalurkan di tengah masyarakat. Yakni, Fiqih Dakwah, yang akan disampaikan oleh Dekan FAI UMP, Ibnu Hasan, S.Ag. M.S.I.,. Teknik Khutbah, oleh Kaprodi HES UMP, Drs. Wage, M.Ag., dan materi Pembuatan Laporan dan Program Kerja Praktik Lapangan Dakwah oleh Drs. Makhful, M.Ag.(rp/sls)

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembangkan kemampuan mahasiswa melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Hal itu dilakukan oleh Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Agama Islam (FAI) UMP telah melakukan KKL di Peradilan Agama Cilacap. KKL yang dilaksanakan pada 4 Desember 2017 lalu, diikuti oleh 17 mahasiswa dan didampingi oleh  dosen pengampu Hukum Peradilan Agama, Safitri Mukarommah, S.Ag.,M.Sy.

Dalam KKL tersebut, Safitri Mukarommah, S.Ag.,M.Sy menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa HES FAI UMP dapat menggali serta memperoleh pengalaman langsung di lapangan yang berkaitan dengan teori-teori yang pernah diperoleh mahasiswa. “Mahasiswa UMP yang telah mendapatkan ilmu, pengalaman, maka sudah seharusnya mahasiswa UMP pun menjadi mahasiswa yang unggul seperti visi misinya” tutupnya. (han)

Mata kuliah Hukum Peradilan Agama menurutnya merupakan Mata Kuliah yang wajib dipraktekkan sehingga mahasiswa nantinya bisa melaksanakan Peradilan Semu secara mandiri.“Kita adakan kuliah lapangan seperti ini untuk mengobservasi kegiatan di peradilan agama. Meskipun peradilan agama bersifat tertutup namun untuk kepentingan mahasiswa kami diijinkan melihat untuk kepentingan observasi,” jelas Safitri Mukarommah, S.Ag.,M.Sy. (rp)

Rabu(29/11). Bertempat di ruang Rapat Fakultas Agama Islam, berlangsung rapat fakultas dengan pembahasan utama terfokus pada PKL, PPL, persiapan UAS dan Yudisium Fakultas. Rapat diikuti oleh seluruh komponen FAI, mulai dari Pimpinan, Dosen sampai dengan staff FAI.

Dekan Fakultas Agama Islam, Ibnu Hasan, S.Ag.,M.S.I., menyampaikan bahwa masalah kelancaran membaca Al-Qur’an dan kualitas dalam menyampaikan materi di depan kelas masih menjadi perhatian khusus di FAI, dengan mengembangkan pembelajaran harapannya bisa lebih meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa FAI. Pada rapat kali ini dibahas tentang penentuan nilai akhir PPL dan PKL yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa FAI, beberapa permasalahan yang timbul selama pelaksanaan menjadi pertimbangan tersendiri dalam nilai yang akan dikeluarkan oleh masing-masing DPL.

Dalam rapat ini juga dibahas tentang Praktik Lapangan Dakwah (PLD) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 17 s.d 30 Desember 2017. PLD sendiri berlaku bagi mahasiswa kader FAI tahun angkatan 2014. Mereka akan dikirim ke Desa Karanggude, Karanglewas, Banyumas selama 2 minggu untuk bisa lebih meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berdakwah ke masyarakat.

Wakil Dekan 2 dan 3 FAI, Dra. Zakiyah, M.S.I. juga menyinggung masalah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi di tingkat Universitas, walaupun mahasiswa FAI pada kenyatannya tidak bisa mengikuti seleksi Pilmapres ditingkat Kopertis atau Nasional, tapi dengan diadakannya Pemilihan di tingkat Fakultas harapannya akan meningkatkan mentalitas bagi para mahasiswa FAI di bidang Penalaran. Rangkaian Pilmapres FAI sendiri akan dilaksanakan selama bulan Desember 2017 dan akan diambil 3 mahasiswa terbaik di tingkat Fakultas yang siap dikirim ke tingkat Universitas untuk bersaing dengan fakultas-fakultas lain di UMP menjadi yang terbaik di Universitas.(rp)

Selasa(28/11). Fakultas Agama Islam (FAI) bekerja sama dengan Student Scientific Center (SSC) , menyelenggarakan Pembekalan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang kepada mahasiswa FAI bertempat di Ruang I.09. Pembekalan kali ini diharapkan dapat memberikan dorongan semangat bagi mahasiswa FAI mengenai PKM. Fakultas Agama Islam sendiri  berada dibawah naungan Kemenag dan tidak bisa ikut serta dalam Program PKM yang diselenggarakan oleh Ristekdikti.

Wakil Dekan III FAI, Dra.Zakiyah,M.H.I., memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan mahasiswi FAI untuk tetap bisa menuliskan ide-ide mereka dalam sebuah karya Proposal PKM, walaupun proposal mereka hanya akan dikompetisikan di tingkat Fakultas. “Harapan saya, mahasiswa FAI tetap bersemangat untuk menuliskan ide-ide mereka, akan kita ambil 4 proposal terbaik untuk dibiayai sebagai bentuk apresiasi Fakultas terhadap ide-ide yang mereka tuliskan.”, paparnya dalam sambutan pembekalan PKM 5 Bidang.

 

Program PKM 5 Bidang untuk FAI ini akan mulai dibuka tanggal 1 Desember s.d 20 Desember 2017. Empat Proposal terbaik akan dipilih dan dibiayai oleh Fakultas. Dengan mengacu pada pedoman PKM yang dikeluarkan oleh Ristekdikti, RAGIL SETIYABUDI, S.KM, M.Kes (Epid) yang pada kesempatan kali ini ditunjuk oleh SSC sebagai pembicara, memberikan penjelasan tentang PKM 5 Bidang secara rinci dan memberikan tips dan trik untuk menulis proposal yang baik.

“Jangan hanya kalian dibawah naungan Kemenag, kalian tidak tahu apa itu PKM, kalian juga harus tahu dan harus bisa menulis proposal yang baik.”, ujar Ragil saat memberikan penjelasan mengenai PKM.(rp)

Tuesday, 28 November 2017 21:30

DAD IMM FAI UMP CETAK KADER LOYALITAS

Written by

Mahasiswa yang mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) diharapkan tidak sekadar menhugurkan kewajiban atau hanya untuk mendapatkan sertifikat.

Dalam rangka membentuk kader yang loyal dan berintegrasi pada iman, ilmu dan amal. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Buya Hamka Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FAI UMP) menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) yang diikuti 80 peserta, Jumat (24/11).

Ketua Panitia DAD, Daniar Rifaldi mengungkapkan DAD Komisariat Buya Hamka merupakan kegiatan pengkaderan rutin komisariat yang bertujuan untuk membentuk kader Muhammadiyah yang militan

“DAD sebagai bagian membentuk kader yang loyal dan berintegrasi pada iman, ilmu dan amal sekaligus menciptakan kader Muhammadiyah yang militan yang nantinya bersama mewujudkan tujuan Muhammadiyah,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua IMM Komisariat Buya Hamka Roni Yuli Abadi menuturkan DAD menjadi bagian untuk mencetak pemimpin masa depan umat. “Ada pepatah Arab yang begitu menginspirasi kami untuk bergerak  yakni sesungguhnya di tangan pemudalah urusan umat dan dikakinyalah kehidupannya,” terangnya.

DAD IMM FAI UMP mengambil tema Membentuk Kader yang Loyal dalam Ikatan Keluarag IMM yang Tidak Akan Terlepas Dari Konsistensi Iman, Ilmu, dan Amal. Ia berharap dengan tema tersebut mampu membentuk kader IMM yang mampu melaksanakan nilai-nilai keislaman yang kuat entah dari internal kampus maupun eksternal. (rp)