This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • GooglePlus
  • Linkedin
 
BERITA

BERITA (27)

Saturday, 21 October 2017 00:19

Mahasiswa Asing Prioritaskan Kuliah di UMP

Written by

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai lembaga pendidikan tinggi menjadi prioritas untuk mengembangkan kemampuan akademik. Prioritas untuk kuliah di UMP tidak hanya oleh mahasiswa Indonesia, pun mahasiswa asing yang telah memprioritaskan untuk memilih kuliah di UMP. Salah satunya mahasiswa asing dari Thailand, Kawin Malung dan Sulkifli.

Dengan kemampuan yang ia miliki, ia merasa bangga menjadi bagian dari kampus yang memiliki jargon Start Here Go Anywhere. UMP merupakan kampus yang memang membuka kesempatan untuk mahasiswa asing bisa memperdalam pengetahuan untuk kuliah disana. Tidak hanya perkuliahan formal didalam kelas yang akan didapat namun UMP juga membuka kesempatan kepada mahasiswa asing untuk mendalami keberagaman yang ada di Indonesia melalui UMP.

Disampaikan oleh Kawin Malung dan Sulkifli ketika diwawancarai saat acara program Jalan-jalan Mahasiswa Asing pada 20 Oktober 2017, mengatakan bahwa program ini adalah program yang sangat unik dan baru pernah ia dapatkan selama ia bersekolah. Dalam program jalan-jalan dia diberikan kesempatan untuk mengenal destinasi Pantai pasir Putih dengan keindahan alamnya.

 “UMP sangat peduli kepada seluruh mahasiswa,  saya merasa beruntung dan bangga mendapatkan beasiswa kuliah di kampus Muhammadiyah ini, saya juga pernah dikenalkan dengan kebudayaan yang unique berupa Angklung, alat musik yang sederhana tapi susah juga memainkannya,” kata Kawin Malung Mahasiswa Asal Thailand.

Ketertarikan Kawin Malung terhadap hukum syariah sebagai alasanya untuk mengambil Fakultas Agama Islam Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. “Saya disini untuk mendapatkan gelar sarjana dari Fakultas Agama Islam Program Studi Hukum Ekonomi Syariah karena saya tertarik dengan dunia persyariaahan,” tambahnya.

Sejalan dengan Malung, Sulkifli Mahasiswa asing dengan jurusan Psikologi ini juga memiliki alasan ketika mengambil jurusan tersebut, ia merasa kesehatan seseorang tidak hanya didapat dari tenaga medis tapi juga harus diimbangi dengan Psikiater. “Yang saya tahu, mempelajari hal yang hidup seperti orang, kehidupan masyarakat adalah hal yang benar-benar mengasyikkan dan saya termasuk orang yang harus bersyukur bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah di UMP dan mengambil jurusan yang saya minati,” tutupnya. (han/sls)

Perkembangan zaman memberikan dampak terhadap kemajuan teknologi dan kehidupan manusia yang lebih modern. Sejalan dengan perkembangan tersebut, manusia harus memiliki spiritiual leadership untuk membentengi diri agar tidak terbawa dampak negatif dari perkembangan zaman yang modern. Bertempat di Aula AK. Anshori pada 21 Oktober 2017 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FAI UMP) menggelar kuliah umum bertajuk “Spiritual Leadership” bersama Prof. Dr. H. Tobroni.

Disampaikan oleh Dekan FAIUMPIbnu Hasan, S.Ag., M.S.I,bahwadalam kompleksitas kehidupan modern, masyarakat mengalami kehampaan spiritual. “Pada masyarakat Oleh karena itu, perlu memerlukan bacaan keagamaan untuk menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.

Melalui kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si., menyampaikan mengenai kepemimpinan masa depan untuk menjawab permasalahan kehampaan spiritual. Materi yang disampaikan merupakan hasil karya akademiknya.

Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si dalam paparannya mengatakan spiritual leadership merupakan kepemimpinan yang membawa dimensi keduaniawian kepada dimensi keilahian. Teori itu lanjutnya, menjadi penyempurna dan puncak evolusi teroi-reori kepemimpinan yang ada (tradisional, transaksional, dan transformasional).

Dari hasil penelitian, Tobroni melihat basis etika religiusitas yang menjadi core belief dan core values, karakteristik  dan sifat-sifatnya, gaya kepemimpinan dalam membangun budaya organisasi dan proses organisasi. Model kepemimpinan inilah menurut Prof. Dr. H. Tobroni,M.Si.,harus dipegang oleh pemimpin sekarang dan masa depan. (asr/sls)

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah berkomitmen untuk membentuk karakter Islami. Melalui masa ta’aruf (Masta) 2017 mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.Kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UMP dilaksanakan 15/10/2017.

Acara yangdilaksanakan di Auditorium Ukhuwah Islamiyah dibuka secara resmi oleh Rektor UMP Dr. H. Syamuhadi Irsyad M.H. Rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langjah awal untuk menyiapkan generasi muda yang berpegang teguh amar ma’ruf nahi munkar.

Menggunakan tema “Manifestasi Gerakan Pencerahan sebagai Ikhtiar Pembentukan Karakter Bangsa Menuju Akademisi Berkemajuan” merupakan cara yang digagas dalam upaya membentuk karakter bangsa melalui para akademisi, dimana karakter Islam berkemajuan akan akan semakin terlihat melalui karakter bangsa yang sejalan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Zulhidayat Siregar banyak memberikan pengetahuan tentang organisasi Muhammadiyah yang sudah lebih dari 1 abad menjadi wadah penggerak keIslaman di Indonesia.

Kegiatan Masta kemudian dilanjutkan penyampaian tentang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang disampaikan oleh Beni Pramula Ketua Umum DPP IMM Periode 2014-2016. Beni mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif berorganisasi dan membangun Muhamamdiyah melalui IMM. (uly/sls)

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah berkomitmen untuk membentuk karakter Islami. Melalui masa ta’aruf (Masta) 2017 mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.Kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UMP dilaksanakan 15/10/2017.

Acara yangdilaksanakan di Auditorium Ukhuwah Islamiyah dibuka secara resmi oleh Rektor UMP Dr. H. Syamuhadi Irsyad M.H. Rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langjah awal untuk menyiapkan generasi muda yang berpegang teguh amar ma’ruf nahi munkar.

Menggunakan tema “Manifestasi Gerakan Pencerahan sebagai Ikhtiar Pembentukan Karakter Bangsa Menuju Akademisi Berkemajuan” merupakan cara yang digagas dalam upaya membentuk karakter bangsa melalui para akademisi, dimana karakter Islam berkemajuan akan akan semakin terlihat melalui karakter bangsa yang sejalan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Zulhidayat Siregar banyak memberikan pengetahuan tentang organisasi Muhammadiyah yang sudah lebih dari 1 abad menjadi wadah penggerak keIslaman di Indonesia.

Kegiatan Masta kemudian dilanjutkan penyampaian tentang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang disampaikan oleh Beni Pramula Ketua Umum DPP IMM Periode 2014-2016. Beni mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif berorganisasi dan membangun Muhamamdiyah melalui IMM. (uly/sls)

Masa Ta’aruf (Masta) 2017MASTA sebagai kegiatan yang rutin diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah(IMM)Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali diadakan pada 15/010/2017. Bertempat di gedung Auditorium Aula AK Anshori UMP kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 1000 mahasiswabaru 2017.

Agus Mulyadi Purnawanto, S.P., M.P Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, mengatakan bahwa untuk masta tahun ini dinilai lebih unik dan berbeda, karena masta tahun ini, khususnya hari ini dilaksanakan bukan diawal masuk perkuliahan namun pada waktu sudah menempuh perkuliahan . “Esensi dari masta sendiri meskipun dengan judul masa ta’aruf dan untuk saling mengenal, tetapi selain mengenal teman-teman mahasiswa, masta juga mewajibkan untuk seluruh mahasiwa mengenal Muhammadiyah lebih mendalam, kehidupan Muhammadiyah lebih dalam, termasuk organisasi didalamnya yaitu IMM,” jelasnya.

Konsep masta untuk hari ini disampaikan oleh Ketua Koordinator Komisariat UMP Cahyudi dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar denganmengangkat tema “Manifestasi Gerakan Pencerahan sebagai Ikhtiar Pembentukan Karakter Bangsa menuju Akademisi Berkemajuan” berharap masta hari ini dapat bertransformasi dari siswa menjadi mahasiwa yang berkarakter memiliki akhlak yang baik dan dapat berperan untuk nusa bangsa.Karena sampai hari ini mahasiswa masih terbelenggu dalam krisis karakter, serta mahasiswa perlu mengenal begitu besarnya muhammmadiyah yang ada di UMP. (han/sls)

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) merupakan perguruan tinggi swasta  terbesar di Jawa Tengah bagian barat. Hal itu sisampaikan Rektor UMP Dr. Syamsuhadi Irsyad M.H., dalam acara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Auditorium UMP, Kamsi (12/10/2017).

Rektor UMP Dr. Syamsuhadi Irsyad M.H., mengungkapkan selain merupakan perguruan tinggi swasta  terbesar di Jawa Tengah bagian barat yang terakreditasi B, UMP juga menempati peringkat ke-2 PTM terbaik di Jawa Tengah, dan peringkat ke 6 di Indonesia.

“Secara aktif kami terus mengembangkan kerja sama Internasional  dengan 45 perguruan tinggi ternama dunia dalam bidang riset dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, UMP saat ini juga memperkuat kerjasama dalam negeri dengan 82 mitra strategis, diantaranya Instansi Pemerintah Daerah, Rumah Sakit dan Industri terkemuka di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan, berbagai program pascasarjana telah tersedia di UMP. “Program pasca sarjana terus kita buka, silahkan kepada bapak ibu guru bisa melanjutkan kuliahnya di UMP,” ajak rektor kepada para peserta PLPG.

Ia menjelaskan, UMP terus di beri amanah oleh pemerintah. Berbagai prodi terus bergerak ke arah akreditasi A. Menurutnya, nilai akreditas sebuah prodi menjadi penting.

“Jangan sampai putra – putri ibu kuliah di sebuah perguruan tinggi dengan bayaran murah, namun nilai akreditasi dan izin penyelenggaraannya belum ada. Ini akan menjadi kerugian ketika lulusan pada sebuah perguruan tinggi tersebut mendaftar sebuah pekerjaan terhambat karena tempat kulianya terakreditasi rendah dan belum berizin,” katanya. (tgr)

Pemilih Pemula Cenderung Ikut Orang Tua

Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (PSDKP UMP)Tanggapi Pilkada di Banyumas. Berdasarkan survei yang dilakukan, pemilih pemula masih memiliki kecenderungan mengikuti pilihan orang tuanya dalam memilih.

Direktur PSDKP UMP Dr Anjar Nugroho mengungkapkan, pemilih pemula menjadi salah satu kelompok pemilih yang cukup berpengaruh dalam gelaran pemilihan umum, termasuk dalam gelaran Pilkada di Banyumas 2018 mendatang. Pasalnya, dari total jumlah pemilih yang ada, 20 % diantaranya merupakan pemilih pemula yang berusia diantara 17-22 tahun. Sehingga hal ini perlu menjadi perhatian, tak hanya bagi badan penyelenggara saja, melainkan oleh semua pihak.

"Kecenderungan tersebut didasarkan hasil survei, dimana sebagian sebagian besar pemilih pemula mengaku mengikuti pilihan orang tuanya, saat berpartisipasi dalam Pemilu," katanya, dalam Sosialisasi Partisipasi Pemilih Pemula, Jumat (13/10/2017) kemarin sore.

Permasalahannya, lanjut dia, partisipasi masyarakat, terutama di kelompok usia di luar usia pemilih pemula, sejauh ini masih sangat rendah, terutama di Banyumas. Untuk partisipasi pemilih usia di atas 40 tahun, masih di angka 9 %. Persentase tersebut sangat berbeda dengan antusiasme yang ditunjukkan para pemilih pemula, yang mencapai 78 %.

Tak hanya dari sisi partisipasi dan kecenderungan pilihan, dalam memilih parpol, pemilih pemula juga memiliki kecenderungan memilih parpol yang nasionalis. Meski tetap ada yang memilih parpol di luar parpol nasionalis.

"Kebanyakan alasannya, karena partai nasionalis dinilai sama dengan anak muda, yang cenderung suka dengan tampilan yang gaul. Tak hanya itu, faktor selebritas, atau keterlibatan publik figur di parpol juga cukup mempengaruhi," jelas dia.

Direktur Swadesi Institute, Irfan Fakhturohman mengatakan kegiatan tersebut sudah mendapat support dari KPU Kabupaten Banyumas, sekaligus untuk melakukan sosialisasi, termasuk edukasi politik kepada pemilih pemula.

"Kenapa pemilih pemula, karena di Banyumas pemilih pemula sangat potensial. Sehingga pendidikan politik bagi pemilih pemula harus digencarkan sejak dini. Dan ini juga salah satu upaya membantu KPU dalam mensosialisasikan Pemilu kepada pemilih pemula," tegasnya.

Tak hanya itu, peserta sosialisasi yang didominasi pelajar SMA/SMK tersebut, juga disiapkan untuk membantu program sosialisasi dari KPU, yakni relawan demokrasi yang biasanya dibentuk KPU jelang Pilkada maupun Pemilu.

"Kami harapkan yang ada disini (peserta, red), ke depan dapat dibekali lebih banyak pengetahuan tentang pemilu oleh KPU, sehingga dapat membantu sosialisasi di lingkungan sekitarnya, terutama sesama pemilih pemula," ujar dia.(tgr)

Pengajian rutin bulanan  oleh Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dihadiri oleh dosen dan pegawai UMP pada 14/10/2017. Bertempat di Masjid K.H. Ahmad Dahlan turut hadir Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang, Jateng, KH. Anang Rikza Masyhadi, Lc., M.A,

“Dimulai dengan bersyukur, kemudian berlanjut pada totalitas dan selalu memegang teguh Alquran,” terangnya. Deklarator PCIM Kairo-Mesir itu menambahkan, umat Islam perlu meningkatkan interaksi dengan Alquran. “Cara interaksi kita dengan Alquran perlu ditingkatkan, bukan sebatas kuantitas tetapi meningkat pada tataran kualitas” jelasnya

Sementara itu, Fajar Sidiq, S.Pd dari bidang PPAIK LPPI mengatakan bahwa melalui tema tersebut, harapannya dapat menumbuhkan kesadaran untuk membangun generasi Rabbani menjadi satu topik bersama sehingga generasi Rabbani bisa diwujudkan. (asr)

PURWOKERTO, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meraih juara dari tiga cabang lomba sekaligus dalam gelaran Invitasi Olahraga bulu tangkis, tenis meja dan tenis lapangan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah-DIY.

Kegiatan invitasi tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (30/9) sampai Minggu (1/10) di GOR Satria. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 47 kontingen dari Perguruan Tinggi Swasta se-Jateng dan DIY. Dengan masing-masing mengikuti tiga cabang olahraga, yakni Bulu Tangkis, Tenis Meja, dan Tenis Lapangan.

Dalam kompetisi tersebut, UMP berhasil meraih tiga juara sekaligus. Di antaranya, juara 3 bersama cabang olahraga  bulu tangkis, juara 3 bersama cabang olahraga tenis meja, dan juara 4 cabang olahraga tenis lapangan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMP, Ir Aman Suyadi MP mengaku bersyukur dengan prestasi yang diraih oleh kontingen UMP. Menurutnya, masing-masing atlet kontingen UMP di ketiga cabang olahraga telah menunjukkan kompetensinya secara maksimal.

“Masing-masing tim olahraga untuk kontingen UMP telah menyiapkan diri dengan latihan rutin meski pun terkendala cuaca untuk cabang olahraga tenis lapangan,” kata Aman.

Sementara itu, atlet Bulu Tangkis Kontingen UMP Rahmat Pambudi S.Kom (IT Fakultas Agama Islam dan Fakultas Sastra) mengatakan, juara 3 Bersama Cabang Olah Raga Bulu Tangkis merupakan prestasi yang telah didapatkan pada tahun sebelumnya. “Tapi ke depan latihan akan lebih kami tingkatkan lagi demi target juara 1 di tahun 2018,” kata pria yang akrab disapa Didi tersebut.

Wednesday, 11 October 2017 08:07

Berkemajuan, UMP Penelitian Lewat Online

Written by

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) terus melakukan berbagai inovasi dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Menyadari perkembangan teknologi yang semakin maju, LPPM UMP melalui media onlinetelah memiliki program litmas.ump.ac.id untuk memudahkan para dosen untuk melakukan penelitian.

“Seiring dengan kemajuan teknologi segala proses pengunggahan proposal akan dimaksimalkan dengan system online bukan dalam bentuk fisik lagi,” kata Ketua LPPM UMP Dr. Suwarnodi Ruang Sidang Kantor Pusat Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Selasa (11/10/2017).

Ia mengungkapkan, sosialisasi kebijakan akan diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018 untuk memberikan pemahaman tentang teknis pelaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. “Acara ini telah secara rutin dilaksanakan oleh LPPM. Dengan dipermudahnya sistematika untuk dosen mengajukan proposal penelitian, diharapkan akan lebih banyak lagi proposal yang masuk sehingga penelitian di UMP akan makin kuat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dr Suwarno yang juga menjadi pembicara dalam acaratersebut mengatakan, penelitian dalam kancah perguruan tinggi telahmenjadi bahan persaingan yang utama. “Dengan penelitian akan mengembangkan perguruan tinggi menjadi lebih maju dan menentukan dalam akreditasi perguruan tinggi,” tandasnya.[uly/tgr]

Page 1 of 2