This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • GooglePlus
  • Linkedin
 
Rahmat Pambudi, S.Kom

Rahmat Pambudi, S.Kom

IT Fakultas Agama Islam

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Thursday, 05 October 2017 04:38

Menjadi Masjid

Bayu Dwi Cahyono, M.Pd.

LPPI UMP

Menyitir salah satu judul menarik dalam bukunya Dr. Zaky Najib Mahmud, Ru’yahIslamiyah, salah satu tokoh pemikir Mesir ini menulis “Anaal-Masjid waas-Saajid” yang bermakna “Saya adalah masjid dan sekaligus seorang yang bersujud”. Bukan tanpa makna, kalimat ini ternyata jika direnungi berulang-ulang membawa sebuah jembatan hikmah bagi kita.

 

Dalam awal penciptaannya, manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu dan sanggup menerima beban dari Sang Pencipta dari pada makhluk lainnya seperti gunung, langit, dan pepohonan. Pun menjadi manusia berarti siap menerima tugas utama manusia,sebagaimana yang tertera dalam surat Adz Dzariat ayat 56 yang berarti :

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku”.

Dalam hal ini, berarti menjadi manusia adalah derajat istimewa yang diberikan Allah SWT. Bagaimana tidak, jika tanah dan gunung saja tak mampu menanggung beban yang diberikan Tuhan, manusia dipercaya mampu menanggungnya. Dengan ini secara tidak langsung tugas manusia adalah menjadi abdi yang dipercaya oleh Tuhan.

Tugas seorang abdi adalah mengabdi, melayani, dan tunduk. Seorang abdi setiap waktunya adalah menjalankan perintah tuannya. Seorang abdi juga seorang yang setia kepada tuannya. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana bentuk pengabdian kita kepada Allah SWT?, Bagaimana kita sebagai manusia menjalankan tugas ibadah seperti yang termaktub dalam kitab suci “illa liya’buduun”?.

Kalau ditelaah dari maksud ayat tersebut tugas manusia dan jin tidak lain dan tidak bukan hanya beribadah. Lalu ibadah seperti apa? Apakah kita shalat setiap saat? Puasa setiap saat?

Dari sinilah sebuah perenungan datang. Sebagai umat muslim yang diistimewakan Allah SWT laiknya merenungkan ini. Allah SWT menjadikan kita hambaNya bukan budakNya artinya adalah kita diberi kesempatan untuk berfikir bahkan menjadi kewajiban kita untuk berfikir setiap hikmah yang terkandung dalam perintahNya.

Perintah beribadah adalah salah satu perihal yang wajib kita renungkan. Bukan hanya sekedar jasad yang melaksanakan lalu meninggalkan kekeringan. Ibadah-ibadah seperti shalat, puasa, dan zakat telah ditentukan waktunya, lalu untuk sisanya bagaimana? Untuk itu kalimat “Saya masjid sekaligus seorang yang sujud” sangat pas menjadi jawabannya.

Menjadi masjid berarti menjadi tempat untuk beribadah. Meleburkan diri dalam ketundukan kepada Allah SWT. Masjid tak pernah kosong dari asma Allah SWT. Sudah menjadi masjid yang tak pernah kosong dari mengingat Tuhannya ditambah pula menjadi seorang yang sujud. Bayangkan betapa sempurnanya ia menjadi hamba Allah SWT. Seandainya itu juga berlaku bagi kita.

Kita seringkali melupakan Tuhan. Kita hanya mengingatNya tak lebih dari lima kali sehari semalam. Itupun hanya waktu yang kita sisakan. Bahkan acapkali ketika kita berhadapan denganNya kita masih memikirkan dunia. Ibadah bukan sekedar shalat dan puasa, jika kita masukkan esensi ibadah dalam keseharian kita seperti bekerja, membaca buku, membajak sawah maka setiap detik kita telah melakukan ibadah. Dalam artian ketika kita beraktifitas kita tetap ingat bahwa tugas utama kita menjadi abdi Tuhan. Jika setiap detik kita mengingat Allah SWT jadilah kita seperti masjid sekaligus menjadi seorang yang sujud. Namun sayangnya seringkali kita temui bahkan orang yang di dalam masjid sekalipun, ia tak ingat Tuhannya. Semoga itu bukan kita, semoga.(*)

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi training percontohan PTM se Indonesia. Training ini merupakan program Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) dan Student Training Centre (STC)denganmengadakan Becoming Exellence Student Training (BEST) di Aula AK. Anshori UMP, Kamis (28/9/2017).

Sedikitnya 220 mahasiswa baru dari seluruh Fakultas di UMPmengikutitraining terakhirGelombang ke sembilan.

Salah satu fasilitator BEST angkatan ke sembilan, Agus Mulyadi Purnawanto, S.P., M.P. mengatakan, training awal mahasiswa bertujuan sebagai bekal mahasiswa dalam menjalani kehidupan perkulihan selama di UMP. Berbeda dari biasanya,pelaksanaan trainingdilaksanakan setelah mahasiwa mendapatkan perkuliahan, hal tersebut dilaksanakan karena banyaknya mahasiswa yang mendaftar ke UMP tahun ini.  “BEST kali ini memang agak berbeda, tapi tetap dengan tujuannya mewujudkan Becoming Excellent Student,”katanya.

Dalam training BEST tersebut, peran fasilitatoryang  merupakan dosen UMP yang sudah mengikuti Training sebagai Trainer BEST sangat kental dalammemberikan ilmu kepada mahasiswa baru untuk melakukan dan memberikan yang terbaik. Selain itu mereka dituntut untuk menggalipotensi diri yang ada selama masa perkuliahan di UMP. (han/tgr)

 

Adanya praktisi Lembaga Keuangan Syariah yang profesional senantiasa harus diimbangi dengan standar kemampuan teori dan praktik. Kemampuan teoritik dalam konteks hukum ekonomi syariah merupakan bentuk pemahaman dan kemampuan dasar, filosofi dan teori tentang aspek paling mendasar dalam hukum ekonomi syariah, sehingga mampu menciptakan, pengembangan dan penemuan terbaru pada lembaga keuangan syariah. Sementara kemampuan praktik merupakan kemampuan operasional mengenai tata kelola manajerial lembaga keuangan syariah yang berjalan secara efektif, efesien, kredibel dan akuntabel sesuai dengan ajaran Islam.

Guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan teori dan praktik, maka Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (HES FAI UMP) mengadakan pembekalan terhadap mahasiswa semester tujuh yang telah memenuhi syarat mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Tujuan kegiatan praktik ini untuk memperkuat kemampuan teori yang telah dimiliki mahasiswa, sehingga mampu memahami bagaimana operasionalisasi atau tata kelola lembaga keuangan syariah,” jelas Drs. Wage, M.Ag. selaku Kaprodi HES UMP.

Drs. Wage, M.Ag. menambahkan, pengelenggaran PKL Prodi HES UMP telah menginjak tahun keempat, sementara tempat praktik tahun ini berada di BNI Syariah Purwokerto, Bank Muamalat Purwokerto, Bank Syariah Mandiri Purwokerto, BRI Syariah Purwokerto, BPD Jateng Syariah, BPRS BAZ, BPRS Khazanah Ummat, BMT Dana Mentari dan BRI Syariah Purbalingga.

“Adanya PKL ini harapannya mampu memberikan banyak perspektif terhadap mahasiswa, tidak hanya secara teori dan praktik. Tetapi, dalam jangka panjang mampu menjadi penggerak dalam pengembangan produk hukum ekonomi syariah” pesan Ibnu Hasan, S.Ag., M.S.I. selaku Dekan FAI UMP  dalam sambutannya.

Acara pembekalan ini terbagi atas tiga sesi yakni service excellent, pola kerja pada lembaga keuangan syariah dan prosedur pelaksanaan PKL. Tetapi, khusus service excellent panitia menghadirkan pemateri dari Bank Jateng Syariah Purwokerto yang menjelaskan dan memberikan simulasi/praktik mengenai service excellent para lembaga keuangan. (MA)

 

Thursday, 05 October 2017 03:26

PIMPINAN FAI

Segenap Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) merayakan Hari Raya Idul Adha, Jum’at (1/9/2017). Perayaan dilakukan dengan melaksanakan Shallat Idul Adha di halaman Rektorat. Sejak pukul 05.30 halaman sudah mulai dipadati warga. Acara dimulai sejak pukul 06.15, dengan Imam sekaligus Khatib Prof. Dr. HM Dailamy, SP.

Dalam Khutbahnya Prof. Dr. HM Dailamy, SP.  mengkaji mengenai kehidupan Nabi Ibrahim yang senantiasa beribadah dan mengutamakan Allah diatas segalanya.

“Ada tiga pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Ibrahim, Hajar, dan Ismail. Pertama, menjalankan perintah agama haruslah dibangun atas loyalitas yang berujung pada ungkapan sami’nil waatha’nal. Kedua dalam menjalankan perintah agama Allah & Rasul harus dicintai lebih dari segalanya. Ketiga contohlah kehidupan keluarga Ibrahim, Hajar & Ismail karena merupakan contoh keluarga muslim yang ingin sakinah, mawaddah dan Rahmah,” jelasnya.

Prof Daelamiy berharap solat Idul Adha dapat mengambil pelajaran yang baik serta dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa para jamaah.

Seusai solat Ied, acara dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban sebanyak 12 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Hewan kurban tersebut diantaranya dari Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH, Dosen UMP dan masyarakat lainnya yang turut kurban di UMP. Puluhan warga memadati tempat pemotongan hewan kurban di Masjid Ahmad Dahlan UMP. Dari jumlah hewan kurban tersebut,  daging akan dibagikan kepada masyarakat sekitar yang berhak. (han)

 

Kinerja sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus ditingkatkan. Salah satunya dengan memberikan pembinaan dengan pegawai agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Joko Purwanto mengatakan, bekerja di UMP tidak hanya mengejar dunia saja, namun akhirat tercapai. “Ketika kita hanya mengejar dunia, maka akhirat belum tentu dicapai. Tapi ketika kita mengejar akirat, Insya Allah dunia tercapai,” jelasnya

Mengapa demikian, lanjut Joko, karena di UMP para pegawai diberikan imbalan sebagai bentuk tanggung jawab karena telah bekerja secara maksimal. “Maka konsekuensinya adalah mari kita tingkatkan kinerja masing-masing sesuai dengan tujuan. Ayo bareng-bareng membuat prestasi untuk menjadikan amal jariah sebagai bekal hidup di akhirat besok,” ajak Joko Purwanto Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum saat memberikan pembinaan kepada para pegawai di Ruang Sidang Kantor Pusat, Selasa (5/9/2017).

Tugas dan tanggung jawab bidang administrasi umum UMP saat ini semakin besar yang menuntut adanya pengelolaan yang lebih baik untuk kinerja unit kerja pengembangan SDM tersebut. Dikatakan, nilai-nilai relijius harus dapat dilaksanakan. “Maka dari itu niatkan lurus kita, bahwa kita bekerja agar bagaimana pekerjaan kita memiliki nilai ibadah,” pungkasnya.(tgr)

 

Menghasilkan lulusan yang unggul sesuai dengan bidang kompetensinya merupakan salah satu tujuan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Melihat hal itu, Biro Pengembangan dan Kerjasama UMP melakukan Evaluasi Program Hibah Tahun Pertama dan Sosialiasi Program Unggulan Prodi Tahun kedua, Selasa (26/09/2017)

Bertempat di Ruang Sidang Rektorat dibuka oleh Wakil Rektor IVBidang Pengembangan dan Kerja Sama Dr. Ns. Jebul Suroso , M.Kep dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas laporan program unggulan dari program studi di UMP.

Menurutnya internalisasi programUMP padaprodi sudah berjalan dan untuk tahap dua, UMP telah menyediakan sistem berbasis IT.

“Untuk tahun kedua ini, UMP telah menyiapkan sistem berbasis IT yang akan memudahkan proses Ibu Bapak dalam pengajuan program unggulan Prodi ” ungkapnya.

Untuk meningkatkan sistem kerjasama, Jebul menggagas pembuatan Sistem Informasi Manajemen Partnership Institusi atau SIMPATI. Sistem ini dapat memberikan informasi dalam bentuk peta, dan akan secara otomatis menyambungkan dengan link universitas yang sudah bekerjasama akan terlihat.

“Ini kita sedang membuat SIMPATI (Baca: Sistem Informasi Manajemen Partnership Institusi). Dengan sistem tersebut maka akan terekam dengan bagus MoU kita. Melalui sistem inilah UMP bisa membuka peluang kerjasama dengan institusi lain, tanpa harus datang ke UMP. Mungkin pada saat penandatanganan MoU baru ketemuan,” ungkapnya.

Nantinya, program unggulan di setiap program studi diintegrasikan dengan empat aktivitas, yaitu akademisi, sumber daya, kemahasiswaan/ alumni, dan kerjsama sebagai langkah mewujudkan visi UMP menjadi Universitas yang Unggul, Modern dan Islami. [asr/tgr]

 

Silahkan download Kalender Akademik UMP Tahun Ajaran 2017 - 2018 pada link attachment dibawah.

Ribuan mahasiwa, dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) antusias nonton bareng (nobar) pemutaran film G30S/PKI yang digelar di Auditorium Ukuwah Islamiyah UMP, Kamis (28/9/2017) malam.

Sebelum film diputar, Rektor UMPDR. H. Syamsuhadi Irsyad, MH  mengungkapkan, kegiatan Nobar G30S PKI yang dilaksanakan di UMP adalah sesuai dengan interuksi dari Panglima TNI agar kejadian kelam peristiwa 65/66 tidak terulang kembali di Indonesia. “Tujuan dari Nobar G30S PKI adalah agar mahasiswa dan mahasiswi UMP mengenal sejarah peristiwa 65/66, serta untuk membekali agar tidak terpengaruh adanya upaya kelompok tertentu yang memutar balikan fakta,” katanya.

Rektor menjelaskan, kemungkinan munculnya PKI gaya baru saat ini, meminta kepada Panglima TNI yang dikenal sangat dekat dengan umat Islam untuk mengambil langkah tegas agar PKI tidak bangkit kembali.

“Film G 30S PKI adalah fakta sejarah yang sebenarnya terjadi pada saat itu. Dalam perkembangannya saat ini ada beberapa kelompok yang menolak fakta sejarah dalam film tersebut yang menganggap bahwa film tersebut tidak sesuai fakta yang terjadi. Mereka berupaya untuk memutar balikan fakta sejarah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasrem 071/Wk Letkol Inf Ariful Mutaqin mengapresiasi atas terlaksananya pemutaran film G 30S PKI di UMP. “Film terasebut merupakan fakta sejarah tentang kejadian 65/66, walaupun sekarang ada pihak yang berupaya untuk memutar balikan fakta sejarah,” katanya.

Letkol Inf Ariful Mutaqin mengatakan bahwa DR. H. Syamsuhadi irsyad, MH (Rektor UMP) merupakan salah satu pelaku sejarah yang mengetahui kejadian 65/66 dan mengetahui kekejaman PKI. “ Pesan dari Danrem 071/Wk adalah tujuan pemutaran film G 30S PKI adalah agar peristiwa kelam 65/66 tidak terulang kembali. Agar masyarakat mengerti sejarah bangsa Indonesia dan agar masyarakat Indonesia tidak terpengaruh terhadap upaya-upaya yang berusaha untuk memutar balikan fakta sejarah,” tandasnya.

Dijelaskan, Pemutaran film G 30S PKI merupakan interuksi dari PanglimaTNI yang dilaksanakan oleh seluruh instansi TNI sampai tingkat Koramil.

Hingga film dimulai tampak ribuan mahasiswa dosen dan karyawan sudah memenuhi seluruh ruang di Auditorium Ukuwah Islamiyah. Tidak sedikit dari meeka yang tidak kebagian kursi hingga naik diatas Auditorium.

Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari DR. H. Syamsuhadi irsyad, MH (Rektor UMP) kepada Letkol Inf Ariful Mutaqin (Kasrem 071/Wk) dan dilanjutkan Nobar film  G 30S PKI. (tgr)

Setelah sebelumnya serah terima jabatan di Mapolda Jawa Tengah, Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.Kdidampingi Kasat Intelkam Polres Banyumas AKP Sulistyo Dwi Cahyono, S.H.  melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Selasa, (3/10/2017) siang.

Kapolres Banyumas tiba di Universitas Muhammadiyah Purwokerto disambut langsung oleh Rektor UMP,  Dr. H Syamsuhadi Irsyad M.Hbeserta Pimpinan Wakil Rektor untuk bersilaturahmi di ruang Rektorat.

Pada kesempatan pertemuan silaturahmi ini, Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.Kmemperkenalkan diri kepada Rektor dan beberapa Pimpinan Universitas yang hadir dalam pertemuan ini.

“Tujuan dari kunjungan saya ini untuk bersilaturahmi dan sekaligus memperkenalkan diri selaku Kapolres Banyumas yang baru,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K mengatakan, selain menjalin tali silaturahmi dan memperkenalkan diri kepada masyarakat, kunjunga ini bertujuan untuk mengetahui wilayah-wilayah di Banyumas.

Kapolres juga mengajak kepada mahasiswa untuk senantiasa ikut membangun bangsa dan negara. “Semoga UMP, Universitas Muhammadiyah Purwokerto dapat berkontribusi dalam menjaga keamanan . Kedepan menjadi generasi muda yang membangun bangsa dan Negara,” tutup Kapolres.(tgr)

 

Page 6 of 7