This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • GooglePlus
  • Linkedin
 
Rahmat Pambudi, S.Kom

Rahmat Pambudi, S.Kom

IT Fakultas Agama Islam

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Banyumas Ibnu Hasan dan Zakiyah resmi meraih gelar Doktor dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (3/2/2018).

Ketua PDM dan PDA Kabupaten Banyumas yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ini meraih predikat cumlaude dan resmi menjadi Doktor ke-14 dan 15 yang telah diluluskan oleh UMM. Acara ini juga dihadiri oleh Rektor UMP, pengurus PDM, PDA Banyumas dan segenap jajarannya.

Dalam disertasinya, Ibnu Hasan memilih judul “Paham Keagamaan Pimpinan Pesantren dan Implikasinya terhadap Pengembangan Pemikiran Pendidikan (Studi Fenomenologi pada Pesantren Salafi di Kabupaten Banyumas). Sementara Zakiyah memilih judul “Pembelajaran Nilai-nilai Moral dengan Pendekatan Spiritual di TK Aisyiyah 1 dan TK Universitas Muhammadiyah Purwokerto”.

Menurut Ibnu tema tersebut, akhir-akhir ini menjadi tema yang menarik, meskipun studi tentang salafi itu bagitu banyak. Tetapi yang menekuni studi salafi dari sisi pengembangan pendidikan ditinjau dari berbagai teori pendidikan, dewasa ini belum banyak dilakukan. Ia berharap temuan temuan penelitiannya berguna bagi pengembangan dan pemikiran pendidikan Islam dewasa ini.

“Saya berharap, teman-teman yang punya konsentrasi dibidang pendidikan Islam bisa melanjutkan setudi jenjang S2 maupun S3, dan Insya Allah nanti di Universitas Muhammadiyah Purwokerto pun juga akan buka magister Pendidikan Agama Islam. Insya Allah,” katanya.

Menurutnya kuliah di UMM adalah tantangan. “Bagi saya kuliah di UMM adalah tantangan, tantangan untuk cepat selesai. Dan Alhamdulillah memang persis masa studi saya tiga tahun selesai, dan hari ini saya persis ada di semester ke enam terakhir,” pungkasnya.


Sementara itu Zakiyah ketua PDA Banyumas mengatakan yang melatarbelakangi begitu semangat untuk belajar adalah keluarga. “Yang pertama mudah-mudahan ini menjadi semangat terutama keluarga saya, anak-anak saya dan juga untuk teman-teman yang lain. Ternyata orang yang setua saya ini (52 Th) masih bisa belajar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan ketika kita ada semangat, ada sepiritualitas, pasti ada jalan. “Kalau kita mau jujur, tiga tahun kurang tiga bulan itu saya penuh perjuangan. Ketika kita harus berangkat ke Malang, kalau lagi punya duit saya pake kereta yang mahal. Kalau tidak ya saya cukup pake kereta ekonomi, dan Alhamdulillah saya dikasih kesehatan olah Allah, dikasih kemampuan oleh Allah sampai akhirnya sekarang bisa menyelesaikannya,” kata Zakiyah yang sudah mengabdi selama 26 tahun di UMP.

Terkait tema dengan anak usia dini, Zakiyah mengungkapkan anak usia dini menjadi awal pendidikan. “Insya allah ketika anak itu sukses di pendidikan usia dininya, semakin dia dewasa dia akan semakin semangat untuk belajar, belajar dan belajar,” tandasnya.

“Dan Alhamdulilah berkat do’a anak-anaknya bu Zakiyah semuanya itu saya bisa bereng sama pak Ibnu Ketua PDMnya karena kita belajar bareng-bareng kesini (Malang) dan Alhamdulillah Pak Ibnu bisa selesai dan saya sebagai Ketua PDA bisa mengikuti jejaknya. Mudah-mudahan nanti ilmunya juga bermanfaat,” pungkasnya.

Rektor UMP Dr. H Syamsuhadi M.H, memberikan apresiasi terhadap dua tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang secara bersamaan melakukan ujian promosi doktor di UMM. “Universitas Muhammadiyah Malang, hari ini mempromosikan dua orang yang bagi kami adalah tokoh. Satu Pak Ibnu Hasan yang kebetulan selain Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto juga Ketua PDM Banyumas yang sudah lama menjadi dosen di UMP. Yang kedua, bu Zakiyah, juga dosen Fakultas Agama Islam UMP, beliau juga ketua PDA Banyumas. Sehingga kedua-duanya adalah tokoh, baik itu Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah,” pungkasnya. (tgr)

Wednesday, 20 December 2017 00:06

Ujian Menjadikan Beriman dari Dekan FAI UMP

Manusia sebagai hamba Allah SWT dianjurkan untuk selalu beriman kepada Allah SWT. Menjadi hamba yang selalu beriman kepada Allah SWT juga ditegaskan oleh Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Ibnu Hasan S.Ag., M.Si., bahwa Allah memuji orang-orang yang selalu beriman. “Qad aflahal mu’minun, sungguh bahagia orang-orang yang beriman”, ungkapnnya.

Kemuliaan yang diperoleh bagi orang-orang yang beriman sebanding dengan ujian yang didapatkannya. Hal tersebut, sebagai ujian dari Allah SWT untuk mengetahui hambanya yang sebenar-benarnya beriman. “Allah SWT akan menguji orang-orang yang beriman mengetahui kejelasan hamba yang beriman atau hanya berdusta,” tambah Dekan FAI UMP.

Disampaikan juga oleh Ibnu Hasan S.Ag., M.SI., bahwa Abu Bakar As-Sidiq juga pernah diuji oleh Allah SWT. Pada saat itu, Abu Bakar As-Sidiq menyatakan kepada Rasulullah SAW bahwa Abu Bakar As-Sidiq adalah orang yang beriman. Dari perkataan tersebut, kemudian Allah SWT memberikan ujian kepada Abu Bakar As-Sidiq berupa menjadikannya target atau buruan dari orang-orang kafir dan suku quraissy.

Lebih lanjut, Ibnu Hasan S.Ag., M.SI., menyampaikan, ketika Rasullullah SAW melihat banyak orang yang bersahadat maka Allah SWT kemudian menurunkan beberapa peristiwa  untuk menguji hambanya yang telah berikrar. Salah satunya melalui peristiwa Isra Mi’raj dan hijrahnya Nabi SAW dengan hamba yang telah berikrar dari Mekah ke Madinah. Pada saat hijrah keadaan sangat berat karena jarak yang jauh dan ditempuh dengan berjalan kaki. Tidak sedikit umat yang terpecah, akhirnya Rasullullah SAW mengetahui mana hambanya yang setia dengan mengikutinya berhijrah, dan tidak sedikit pula hamba Allah SWT yang berguguran atau mangkir tidak mengikutinya berhijrah.

“Beriman itu mulia, tapi beriman tidak cuma-cuma.  Beriman akan diukur kualitasnya dengan ujian yang telah disiapkan oleh Allah SWT,” Ungkap Ibnu Hasan. Harapannya dengan niat sebenar-benarnya untuk beriman kepada Allah SWT segala ujian dan nikmat yang Allah berikan dapat menjadikan hambanya selalu beriman. (sls/rp)

Friday, 15 December 2017 18:11

Jadwal UAS Semester Gasal Tahun 2017-2018

Program studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Muhamadiyah Purwokerto (UMP) wujudkan komitmen UMP, Unggul, Modern, dan Islami melalui praktik lapangan dakwah. Melalui kegiatan praktik lapangan dakwah Mahasiswa HES menjadi cerminan civitas akademik UMP di lingkungan masyarakat. Sebelum mahasiswa diterjunkan ditengah masyarakat oleh prodi diadakan kegiatan pembekalan praktik lapangan dakwah di Ruang Q.I.1 Gedung FAI pada 9 Desember 2017.

Pembekalan Praktik Lapangan Dakwah ditujukan kepada 28 mahasiswa HES dan PAI tahun akademik 2014. Terdiri dari 17 Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 11 Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES). Pembekalan ini diwajibkan bagi calon peserta Praktik Lapangan Dakwah, karena pembekalan ini merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan Praktik Lapangan Dakwah yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 s.d 30 Desember 2017 di Ranting Muhammadiyah Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.

Disampaikan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FAI UMP Drs Makhful, M.Ag. mahasiswa FAI UMP yang mengikuti Praktik Lapangan Dakwah akan mengemban misi Universitas dan Fakultas dalam menyalurkan kebaikan di masyarakat. Kebaikan dalam menyampaiakan ilmu yang diperoleh semasa kuliah sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Harapanya agar ilmu yang didapat di perkuliahan bisa disalurkan dengan baik ke masyarakat, khususnya di Ranting Muhammadiyah Karanggude,” pungksd Drs Makhful, M.Ag.

Dalam pembekalan tersebut mahasiswa diberikan tiga pokok materi yang dapat disalurkan di tengah masyarakat. Yakni, Fiqih Dakwah, yang akan disampaikan oleh Dekan FAI UMP, Ibnu Hasan, S.Ag. M.S.I.,. Teknik Khutbah, oleh Kaprodi HES UMP, Drs. Wage, M.Ag., dan materi Pembuatan Laporan dan Program Kerja Praktik Lapangan Dakwah oleh Drs. Makhful, M.Ag.(rp/sls)

Wednesday, 06 December 2017 22:05

Pengambilan Kalender UMP 2018

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembangkan kemampuan mahasiswa melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Hal itu dilakukan oleh Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Agama Islam (FAI) UMP telah melakukan KKL di Peradilan Agama Cilacap. KKL yang dilaksanakan pada 4 Desember 2017 lalu, diikuti oleh 17 mahasiswa dan didampingi oleh  dosen pengampu Hukum Peradilan Agama, Safitri Mukarommah, S.Ag.,M.Sy.

Dalam KKL tersebut, Safitri Mukarommah, S.Ag.,M.Sy menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa HES FAI UMP dapat menggali serta memperoleh pengalaman langsung di lapangan yang berkaitan dengan teori-teori yang pernah diperoleh mahasiswa. “Mahasiswa UMP yang telah mendapatkan ilmu, pengalaman, maka sudah seharusnya mahasiswa UMP pun menjadi mahasiswa yang unggul seperti visi misinya” tutupnya. (han)

Mata kuliah Hukum Peradilan Agama menurutnya merupakan Mata Kuliah yang wajib dipraktekkan sehingga mahasiswa nantinya bisa melaksanakan Peradilan Semu secara mandiri.“Kita adakan kuliah lapangan seperti ini untuk mengobservasi kegiatan di peradilan agama. Meskipun peradilan agama bersifat tertutup namun untuk kepentingan mahasiswa kami diijinkan melihat untuk kepentingan observasi,” jelas Safitri Mukarommah, S.Ag.,M.Sy. (rp)

Rabu(29/11). Bertempat di ruang Rapat Fakultas Agama Islam, berlangsung rapat fakultas dengan pembahasan utama terfokus pada PKL, PPL, persiapan UAS dan Yudisium Fakultas. Rapat diikuti oleh seluruh komponen FAI, mulai dari Pimpinan, Dosen sampai dengan staff FAI.

Dekan Fakultas Agama Islam, Ibnu Hasan, S.Ag.,M.S.I., menyampaikan bahwa masalah kelancaran membaca Al-Qur’an dan kualitas dalam menyampaikan materi di depan kelas masih menjadi perhatian khusus di FAI, dengan mengembangkan pembelajaran harapannya bisa lebih meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa FAI. Pada rapat kali ini dibahas tentang penentuan nilai akhir PPL dan PKL yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa FAI, beberapa permasalahan yang timbul selama pelaksanaan menjadi pertimbangan tersendiri dalam nilai yang akan dikeluarkan oleh masing-masing DPL.

Dalam rapat ini juga dibahas tentang Praktik Lapangan Dakwah (PLD) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 17 s.d 30 Desember 2017. PLD sendiri berlaku bagi mahasiswa kader FAI tahun angkatan 2014. Mereka akan dikirim ke Desa Karanggude, Karanglewas, Banyumas selama 2 minggu untuk bisa lebih meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berdakwah ke masyarakat.

Wakil Dekan 2 dan 3 FAI, Dra. Zakiyah, M.S.I. juga menyinggung masalah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi di tingkat Universitas, walaupun mahasiswa FAI pada kenyatannya tidak bisa mengikuti seleksi Pilmapres ditingkat Kopertis atau Nasional, tapi dengan diadakannya Pemilihan di tingkat Fakultas harapannya akan meningkatkan mentalitas bagi para mahasiswa FAI di bidang Penalaran. Rangkaian Pilmapres FAI sendiri akan dilaksanakan selama bulan Desember 2017 dan akan diambil 3 mahasiswa terbaik di tingkat Fakultas yang siap dikirim ke tingkat Universitas untuk bersaing dengan fakultas-fakultas lain di UMP menjadi yang terbaik di Universitas.(rp)

Tuesday, 28 November 2017 22:00

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FAI Tahun 2017

A. Persyaratan Umum

Persyaratan umum adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta sebagai kelengkapan pemilihan Mawapres, yaitu:

1.      Warga Negara Republik Indonesia.

2.      Terdaftar aktif sebagai mahasiswa program Sarjana & Diploma maksimal semester V dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang masih berlaku.

3.      Indeks Prestasi Kumulatif (IP seluruh mata kuliah yang lulus) rata-rata minimal 3,00.

 

B. Persyaratan Khusus

Persyaratan khusus adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta pemilihan Mawapres, yang akan dinilai oleh tim juri sesuai dengan prestasi calon Mawapres, yaitu:

1.      Rekapitulasi Indeks Prestasi per semester.

2.      Karya Tulis Ilmiah yang ditulis dalam bahasa Indonesia baku.

3.      Ringkasan (bukan abstrak) yang ditulis dalam bahasa Inggris.

4.      Sepuluh prestasi/kemampuan yang diunggulkan, dilengkapi dengan dokumen pendukung sebagai bukti.

 

CP 08112601702 (didi)

Page 1 of 7