This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • GooglePlus
  • Linkedin
 
Friday, 17 November 2017 02:29

Umat Terbaik

Written by
Rate this item
(0 votes)

Oleh : M. Alfian Nurul Azmi, S.Ud., S.T

Staff PPAIK LPPI UMP

Kita semua menginginkan menjadi Manusia atau umat terbaik, terbaik di hadapan sesama manusia maupun terbaik di hadapan Tuhannya. Terbaik dari sisi perbuatan, perkataan, tingkah laku, IPTEK dan lain sebagianya.

Akan tetapi, ketika manusia rame-rame ingin menjadi yang terbaik, Allah Swt. sudah mengamanahkan dan mematenkan kata Terbaik untuk umat Islam. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 110.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

 “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Ayat di atas menegaskan bahwa kita umat Islam sudah ditunjuk dan ditentukan oleh Allah Swt. sebagai “umat yang terbaik”. Maka seharusnya dari segi perkataan, perbuatan dan tingkah laku kita juga harus diikuti dengan kata terbaik tersebut. Kalimat selanjutnya dalam ayat tersebut adalah “yang dilahirkan untuk manusia”. Artinya seiring dengan kita ditunjuk sebagai umat terbaik maka ada tugas khusus untuk sesama manusia, yakni melakukan “Amar Ma’ruf, Nahi Munkar”. Yaitu bagaimana umat terbaik tersebut bisa mengajak, mengarahkan, menyeru dan memotivasi pada kegiatan, aktifitas dan tingkah laku yang ma’ruf atau baik, yang hanya diperintahkan dan diatur oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an dan Rasulullah Saw. dalam As-Sunnah.

Di sisi lain, setelah kita mengajak kepada yang ma’ruf maka kalimat selanjutnya adalah “mencegah dari yang mungkar”. Karena tidak dapat dipungkiri maupun tanpa kita menutup mata, kita sering mengetahui atau merasakan kegiatan yang mungkar, kegiatan yang tidak sesuai dengan perintah dan ajaran agama Islam. Kegiatan yang menjurus pada kemaksiatan serta banyak mudharatnya. Itu ada di depan mata kita, di sekeliling kita, tetapi apa yang bisa kita lakukan?

Maka tugas kita sebagai insan terbaik konsekuensinya adalah harus siap mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan. Apapun posisi kita, apapun kondisi kita dan apapun status kita memiliki tugas yang sama, yaitu tugas yang digariskan dalam Ali Imran Ayat 110.

Serta yang terakhir dijelaskan dalam ayat tersebut adalah “beriman kepada Allah Swt.”. Beriman kepada Allah Swt. adalah pilihan baik bagi orang-orang yang terbaik yang senantiasa hidup di jalan yang baik juga, jangan sampai menjadi kebanyakan orang yaitu orang-orang yang fasik.

Rasulullah Saw. berpesan melalui sabdanya: “Barang siapa melihat kemungkaran, maka hendaknya ia merubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka hendaknya merubah dengan lisannya, jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itulah selemah-lemahnya iman”. (HR. Muslim).

Itulah syarat jika kita menginginkan menjadi manusia atau umat terbaik. Paling tidak dari ayat dan hadits di atas, bisa memotivasi kita untuk selalu berbuat, berbicara dan betingkah laku yang baik-baik. Wallâhu A'lam Bisshawâb.

Read 487 times
Rahmat Pambudi, S.Kom

IT Fakultas Agama Islam

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

rahmatpambudi@ump.ac.id